Categories: KEEROM

Gangguan Jaringan,  Pembayaran TPP dan TPG Terlambat

KEEROM – Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Trisiswanda Indra membeberkan alasan keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menurutnya, gangguan jaringan membuat sistem pembayaran yang selama ini mereka lakukan secara online, harus dilakukan secara manual, sehingga mengalami keterlambatan.

“Perlu saya sampaikan sejak tanggal 22 Desember terjadi gangguan jaringan. Jadi semua sistem kita lakukan secara manual. Dari hasil yang saya pantau, dari Keuangan mereka sudah menyiapkan SP2D (surat perintah pencairan dana) lalu mengirim secara manual ke bank,” ungkap Sekda kepada awak media via telepon selulernya, Kamis (4/1).

Lanjutnya, khusus untuk tunjangan tambahan penghasilan guru triwulan 4 sampai Desember tak perlu risau, sebab per hari ini (Kamis-red) proses pemindahbukuan ke rekening Dinas Pendidikan telah dilakukan dan selanjutnya akan diteruskan kepada pihak penerima.

“Kepala Dinas Pendidikan akan melakukan proses pemindahan pembukuan ke rekening penerima. Jadi mulai besok (Jumat-red) sudah mulai dibayarkan,” ujar Sekda.

Dirinya menjelaskan bahwa total SP2D hingga 31 Desember untuk profesi guru sebesar Rp 8.694.249.406. Dengan rincian, TPG sebesar Rp 5.474.681.260, kemudian tunjangan profesi guru tambahan transfer daerah sebesar Rp 234.013.416., tambahan penghasilan Rp 510.000.000., dan tunjangan khusus Rp. 2.475.554.700.

“Jadi saya harap guru tidak perlu melakukan suatu aksi yang tidak penting. Harus memahami kondisi jaringan dengan terbatasnya  SDM di Keuangan. Kita pastikan hari ini sampai besok, jadi hari ini sudah masuk ke rekening penampung yakni Dinas Pendidikan dan saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pendidikan untuk besok (Jumat) sudah disalurkan,” ucapnya.

“Hak-hak bapak/ibu tetap terbayarkan, ini karena kejadian sistem yang tidak kita inginkan, bukan kita sengaja. Itu menyebabkan sistem yang selama ini secara online kita lakukan kini secara manual,” sambungnya.

Sama halnya dengan TPP untuk ASN, keterlambatan pembayaran juga diakibatkan dengan adanya gangguan jaringan yang berdampak terhadap sistem pembayaran yang digunakan selama ini.

“Tpp juga mengalami hal yang sama, dan saya juga memberikan penjelasan kepada beberapa OPD yang belum tersalurkan untuk bersabar. Kita akan melakukan pembayaran secara manual. Kita dahulukan guru dulu,”tandasnya. (eri/ary)

Dapatkan update berita pilihan setiap hari dari Cenderawasihpos.jawapos.com 

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: KEEROMGURU

Recent Posts

Keluhkan Kecilnya DAU dan ASN yang Enggan Pindah

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…

1 day ago

Sanksi Jangan Berhenti di Administratif

Merespon terkait dengan itu, ​Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…

1 day ago

TNI Tak Gentar Ancaman OPM

Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…

2 days ago

Gubernur: Koreksi Total, Jangan Terulang Lagi!

  Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…

3 days ago

Utang Negara Capai Rp 10.000 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…

3 days ago

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

3 days ago