Pengguna jasa karantina di Biak memang lebih memilih mendatangkan sapi dari luar daerah, mengingat ketersediaan sapi lokal Biak yang terbatas namun permintaan yang tinggi, sehingga otomatis akan mengurangi kebutuhan sapi di pasar.
BBKHIT Papua sendiri rutin melakukan pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk memastikan hewan ternak yang masuk dan keluar Biak memenuhi standar karantina. “Biasanya juga kami terima dari Merauke tapi sudah satu tahun ini tidak ada,” kata Awit.
Meskipun demikian, lalu lintas hewan dari luar provinsi Papua masih diizinkan jika berasal dari wilayah zona hijau ke zona hijau, dan Biak masih termasuk dalam zona hijau PMK. Namun, penurunan frekuensi lalu lintas hewan kurban ini memang diakibatkan adanya kebijakan baru dari masing-masing daerah pengirim. Kondisi ini diprediksi akan berdampak pada ketersediaan dan harga hewan kurban di Biak menjelang Hari Raya Idul Adha. (Il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…
Ia menegaskan bahwa arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah…
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga