Pengguna jasa karantina di Biak memang lebih memilih mendatangkan sapi dari luar daerah, mengingat ketersediaan sapi lokal Biak yang terbatas namun permintaan yang tinggi, sehingga otomatis akan mengurangi kebutuhan sapi di pasar.
BBKHIT Papua sendiri rutin melakukan pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk memastikan hewan ternak yang masuk dan keluar Biak memenuhi standar karantina. “Biasanya juga kami terima dari Merauke tapi sudah satu tahun ini tidak ada,” kata Awit.
Meskipun demikian, lalu lintas hewan dari luar provinsi Papua masih diizinkan jika berasal dari wilayah zona hijau ke zona hijau, dan Biak masih termasuk dalam zona hijau PMK. Namun, penurunan frekuensi lalu lintas hewan kurban ini memang diakibatkan adanya kebijakan baru dari masing-masing daerah pengirim. Kondisi ini diprediksi akan berdampak pada ketersediaan dan harga hewan kurban di Biak menjelang Hari Raya Idul Adha. (Il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati mengungkapkan bahwa transportasi laut mulai mengalami kendala serius, di mana kapal cepat yang menjadi…
Menurutnya, TPAKD bukan sekedar forum koordinasi melainkan instrumen kebijakan daerah guna memperluas inklusi keuangan masyarakat,…
Dalam arahannya, Bupati Frans Mote menegaskan bahwa pembangunan 10 unit rumah ini tersebar di beberapa…
Dalam arahannya, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi bukan sekadar…
Wakil Mentri PUPR Diana Kusumastuti saat melakukan kunjungan kerja melihat lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua…
Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya…