Pengguna jasa karantina di Biak memang lebih memilih mendatangkan sapi dari luar daerah, mengingat ketersediaan sapi lokal Biak yang terbatas namun permintaan yang tinggi, sehingga otomatis akan mengurangi kebutuhan sapi di pasar.
BBKHIT Papua sendiri rutin melakukan pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk memastikan hewan ternak yang masuk dan keluar Biak memenuhi standar karantina. “Biasanya juga kami terima dari Merauke tapi sudah satu tahun ini tidak ada,” kata Awit.
Meskipun demikian, lalu lintas hewan dari luar provinsi Papua masih diizinkan jika berasal dari wilayah zona hijau ke zona hijau, dan Biak masih termasuk dalam zona hijau PMK. Namun, penurunan frekuensi lalu lintas hewan kurban ini memang diakibatkan adanya kebijakan baru dari masing-masing daerah pengirim. Kondisi ini diprediksi akan berdampak pada ketersediaan dan harga hewan kurban di Biak menjelang Hari Raya Idul Adha. (Il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…