Pengguna jasa karantina di Biak memang lebih memilih mendatangkan sapi dari luar daerah, mengingat ketersediaan sapi lokal Biak yang terbatas namun permintaan yang tinggi, sehingga otomatis akan mengurangi kebutuhan sapi di pasar.
BBKHIT Papua sendiri rutin melakukan pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk memastikan hewan ternak yang masuk dan keluar Biak memenuhi standar karantina. “Biasanya juga kami terima dari Merauke tapi sudah satu tahun ini tidak ada,” kata Awit.
Meskipun demikian, lalu lintas hewan dari luar provinsi Papua masih diizinkan jika berasal dari wilayah zona hijau ke zona hijau, dan Biak masih termasuk dalam zona hijau PMK. Namun, penurunan frekuensi lalu lintas hewan kurban ini memang diakibatkan adanya kebijakan baru dari masing-masing daerah pengirim. Kondisi ini diprediksi akan berdampak pada ketersediaan dan harga hewan kurban di Biak menjelang Hari Raya Idul Adha. (Il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…