Pengguna jasa karantina di Biak memang lebih memilih mendatangkan sapi dari luar daerah, mengingat ketersediaan sapi lokal Biak yang terbatas namun permintaan yang tinggi, sehingga otomatis akan mengurangi kebutuhan sapi di pasar.
BBKHIT Papua sendiri rutin melakukan pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk memastikan hewan ternak yang masuk dan keluar Biak memenuhi standar karantina. “Biasanya juga kami terima dari Merauke tapi sudah satu tahun ini tidak ada,” kata Awit.
Meskipun demikian, lalu lintas hewan dari luar provinsi Papua masih diizinkan jika berasal dari wilayah zona hijau ke zona hijau, dan Biak masih termasuk dalam zona hijau PMK. Namun, penurunan frekuensi lalu lintas hewan kurban ini memang diakibatkan adanya kebijakan baru dari masing-masing daerah pengirim. Kondisi ini diprediksi akan berdampak pada ketersediaan dan harga hewan kurban di Biak menjelang Hari Raya Idul Adha. (Il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
"Kami bersyukur bahwa program restorasi pesawat CN235-100M A-2305 yang telah berhasil diselesaikan dan kini siap…
Masyarakat dengan cepat menyebarkan informasi melalui akunnya masing-masing untuk memobilisasi dan menarik dukungan publik dalam…
Menurutnya, pengawasan ekstra sangat diperlukan guna mencegah terjadinya perilaku menyimpang yang dapat merugikan pelajar itu…
Persipura juga diuntungkan dalam laga ini, tuan rumah dipastikan tidak mendapatkan dukungan dari para suporter…
Menurut Jubir TPNPB-OPM, Sebby Sembom serangan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di…
Coach RD sepertinya masih yakin dengan Matheus Silva, Arthur Vieira dan Takuya Matsunaga untuk mengisi…