

drh Awit Dyah A Naomi, Pejabat Kantor Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua. (foto: Ismail/Cenderawasih Pos)
BIAK – Perayaan Idul Adha di Biak Numfor tahun ini terancam diwarnai kelangkaan hewan kurban jenis sapi potong. Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua menyatakan bahwa hingga saat ini, lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Biak masih nihil. Padahal, biasanya satu bulan sebelum perayaan Idul Adha, permintaan sudah membanjiri.
Dokter Hewan Awit Dyah A. Naomi, Pejabat BBKHIT Papua, mengungkapkan bahwa perubahan kebijakan dari daerah asal menjadi penyebab utama.
“Tahun ini ternyata informasinya ada pembatasan pengeluaran hewan jenis sapi potong dari Provinsi Papua Tengah di Nabire, olehnya itu frekuensi pengiriman sapi dari Nabire sama sekali tidak ada tahun ini. Sehingga pemasukan dari itupun tidak ada,” jelas Awit Dyah A. Naomi, Selasa (20/5) di temui di kantor BBKHIT Papua di Biak.
Selama ini, pasokan sapi kurban untuk Biak umumnya berasal dari wilayah Papua sendiri seperti Nabire dan Waropen. Sementara itu, untuk pengeluaran sapi dari Biak sendiri ke luar daerah, frekuensinya sangat jarang karena Biak lebih banyak menerima pasokan dari luar.
Informasi terbaru, BBKHIT Papua baru menerima rencana pemasukan satu ekor sapi dari Manokwari, Papua Barat. Hal ini cukup mengejutkan mengingat pada tahun sebelumnya juga ada pembatasan pemasukan sapi dari Manokwari.
“Padahal sebelumnya juga ada pembatasan pemasukan sapi dari Manokwari, pada tahun sebelumnya. Namun di tahun ini justru permintaan sapi yang akan masuk ke Biak justru datang dari Manokwari, dan itu baru satu ekor rencananya,” tambahnya.
Page: 1 2
Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…
Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…
Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…
Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…
Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…
“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…