

BIAK-Aksi unjuk rasa yang mengecam rasisme dan kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang juga dilakukan di Kabupaten Biak Numfor, Selasa (20/8) kemarin. Massa yang tergabung dalam Forum Peduli Keadilan Masyarakat Orang Asli Papua Kabupaten Biak Numfor mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Biak Numfor.
Massa yang tergabung dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari unsur adat, pemuda dan perempuan itu mengutuk keras terjadi tindakan rasisme dan kekerasan yang dialami mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya.
Massa yang datang dengan long march ke Kantor DPRD Biak Numfor itu diterima oleh Wakil Ketua I DPRD Gotlief Kawer dan sejumlah anggota dewan lainnya. Dalam berbagai orasi, para pengunjuk rasa menilai perlakukan ketidakadilan bagi masyarakat asli Papua sudah sering kali terjadi, termasuk yang dialami oleh mahasiswa di luar Papua di sejumlah daerah.
“Kejadian yang dialami mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya telah melukai kami masyarakat asli Papua. Rasisme telah melukai kami, dan kami minta keadilan di negeri,” tegas Willem K Rumpaidus dalam orasinya.
Kejadian tersebut, lanjut Willem Rumpaidus harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Dia menilai, bahwa rasisme dinilai sebagai tindakan yang sudah melebihi batas dan bisa mengancam perpecahan terhadap kesatuan dan persatuan. Karenanya, kejadian seperti itu mestinya tidak terjadi.
Sementara itu Ketua GKI Klasis Biak Selatan Pdt. George Korwa, S.Th menyatakan ikut prihatin atas kejadian rasisme dan kekerasan terhadap mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Meski demikian, dia mengimbau supaya tetap dilakukan tanpa melakukan hal-hal yang dapat merugikan.
Unjuk rasa sebagai protes terhadap kejadian di Surabaya dan Malang itu rencananya masih akan berlanjut, Rabu (21/8) hari ini. Unjuk rasa kedua itu rencananya akan dipusatkan di Kantor Bupati Biak Numfor setelah sebelumnya telah dilakukan di Kantor DPRD Kabupaten Biak Numfor.(itb/tri)
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini guna mengantisipasi maraknya upaya penyelundupan barang…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., memberikan peringatan keras kepada seluruh aparat kelurahan…
Ketergantungan warga terhadap pertanian subsisten membuat kerusakan tanaman holtikultura berpotensi mengganggu ketersediaan pangan keluarga
Abisai mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura saat ini masih melakukan berbagai upaya dan pembahasan terkait…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan,…
Bupati menegaskan jika, mereka baru juga diangkat CASN masih ada langkah selanjutnya yang harus diikuti…