

Ketua Lembaga Masyaraka Adat Kabupaten Biak Numfor, David Rumansara
BIAK – Ketua Lembaga Masyaraka Adat Kabupaten Biak Numfor, David Rumansara berharap pemerintah daerah setempat dapat memprioritaskan anak-anak setempat pada pengisian kursi anggota DPRD Biak Numfor usungan partai politik pada Pemilu 2024 mendatang.
Pihaknya berharap demikian karena anak-anak asli setempat memiliki daya saing dan nilai tawar yang rendah bila di banding dengan warga bukan asli setempat sehingga tidak mungkin bisa mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD kabupaten / kota pada salah satu daerah di luar Papua.
“Saya pikir sudah sangat jelas skali bahwa kita anak-anak asli Biak ini mana mungkin bisa calonkan diri sebagai calon anggota DPRD kabupaten / kota di luar Papua. Kita hanya bisa calonkan diri di daerah kita sendiri jadi perlu ada perhatian dan pemberian prioritas,”ucapnya saat ditemui di Biak, Kamis,(12/10).
Menurutnya, ini dilakukan agar ada proteksi dan keberpihakan terhahap orang asli setempat pada aspek politik, sehingga ada perwakilan orang asli di DPRD setempat sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat setempat pun bisa disampaikan dan mendapat jawaban dari pemerintah daerah.
Wakil Ketua 2 Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia ( APDESI ) Cabang Biak Numfor, Yunus Demas Rumsarwir pun mengatakan bila pemerintah daerah tidak memprioritaskan anak-anak setempat maka akan mengalami kekalahan dan menjadi penonton diatas negeri sendiri.
Sebab daya saing anak-anak asli setempat bila di bandingkan dengan anak-anak bukan asli setempat terbilang jauh sehingga dengan sendirinya akan kalah dalam pertarungan politik pada Pemilu 2024 dan menjadi penonton bila tidak mendapat dukungan, support dan bantuan pemerintah daerah setempat.
Akhirnya apa yang menjadi harapan pemerintah pusat dengan diberikannya Otonomi Khusus bagi orang asli Papua pun tidak terwujudnya dan masyarakat terus berteriak tentang ketidakadilan (ren )
“Untuk saat ini semua masih bisa terjadi. Pemain asing yang pasti kita sedang mencari. Tiga-tiganya…
Direktur Eksekutif POHR, Thomas Ch. Syufi, menegaskan bahwa karya tersebut bukan sekadar dokumenter biasa, melainkan…
Menurutnya, film Pesta Babi membuka ruang diskusi publik terkait persoalan besar yang selama ini dirasakan…
Sejak pukul 05.30 WIT panitia hari-hari besar Islam (PHBI) Provinsi Papua sudah mempersiapkan tempat di…
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga lanjut Sebby mengancam akan terus melakukan patroli dan operasi terhadap…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…