Skenario penyelamatan darurat pun dilakukan. Sebuah kapal tug boat harus bekerja ekstra keras, mendorong badan KM Sinabung dari arah darat guna mencegah kapal tersebut terseret arus ke wilayah pesisir yang dangkal. Setelah perjuangan panjang melawan dorongan angin, kapal akhirnya berhasil bersandar dengan sempurna.
Kondisi serupa terjadi di sepanjang pesisir pantai Waropen. Di ruas jalan Waren–Urei Faisei, suara deburan ombak yang menghantam tanggul laut terdengar membahana, mengiringi hembusan angin yang mampu merobohkan apa saja di jalurnya.
BMKG Wilayah Biak Numfor telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang diprediksi akan terus berlangsung hingga 16 Januari 2026. Masyarakat, terutama para nelayan dan penyedia jasa transportasi laut, diimbau untuk tidak meremehkan peringatan ini.
Untuk saat ini, wilayah perairan utara Papua tetap dalam status siaga. Keselamatan jiwa menjadi harga mati di tengah amukan badai Saireri. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penilaian itu disampaikan PAHAM Papua menyusul laporan polisi yang didaftarkan Mama Yasinta di Polda Metro…
Bagi masyarakat Kamoro, Karapao bukan sekadar selebrasi visual. Ini adalah poros warisan leluhur yang melilitkan…
Pemerintah Distrik Sentani terus bergerak melaksanakan program relokasi dan penataan ulang Pasar Lama Sentani, sebuah…
Menurutnya kejadian ini bermula saat beberapa warga sedang mencari ikan di sekitar Kali Ariyau sekitar…
Sengketa pergantian kepala kampung antara asosiasi 328 kampung dengan Pemkab Jayawijaya memasuki tahap akhir. Ya,…
Guna menjaga situasi kamtibmas yang ada di wilayah Kota Wamena, Polres Jayawijaya kembali melakukan razia…