Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny Dangeubun menyampaikan bahwa penyelenggaraan FBMW tahun ini mengusung tema “Biak Numfor Istimewa Memberi Makna”, dengan fokus pada inklusivitas, penciptaan nilai baru, dan keberlanjutan.
“FBMW tahun ini secara fungsional mampu menghadirkan hilirisasi UMKM dan revitalisasi kebudayaan Biak menjadi daya tarik tersendiri. Seluruh aktivitas sosial, ekonomi, budaya dan lainnya dikemas dalam konsep yang menarik dan menguntungkan secara ekonomi, sekaligus menjadi tujuan utama dari pelaksanaan FBMW,” jelas Onny.
Dengan berakhirnya FBMW ke-10, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan berskala internasional yang mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian lokal secara berkelanjutan. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penertiban dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan dampak negatif dari peredaran…
apolres Jayapura, Dionisius V.D.P. Helan mengatakan panen raya jagung tersebut merupakan bentuk sinergitas antara Polri…
Pemain senior Persipura Jayapura, Yustinus Pae, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak…
Aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi oleh aparat TNI di sejumlah daerah…
Status bebas PMK ini menjadi modal penting bagi stabilitas pangan dan keamanan ibadah kurban di…
Revisi PP Nomor 54 Tahun 2004 tentang MRP ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat…