Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny Dangeubun menyampaikan bahwa penyelenggaraan FBMW tahun ini mengusung tema “Biak Numfor Istimewa Memberi Makna”, dengan fokus pada inklusivitas, penciptaan nilai baru, dan keberlanjutan.
“FBMW tahun ini secara fungsional mampu menghadirkan hilirisasi UMKM dan revitalisasi kebudayaan Biak menjadi daya tarik tersendiri. Seluruh aktivitas sosial, ekonomi, budaya dan lainnya dikemas dalam konsep yang menarik dan menguntungkan secara ekonomi, sekaligus menjadi tujuan utama dari pelaksanaan FBMW,” jelas Onny.
Dengan berakhirnya FBMW ke-10, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan berskala internasional yang mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian lokal secara berkelanjutan. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…