Categories: BIAK

Apen Beyeran Jadi Magnet Bagi Wisatawan

Atraksi Apen Beyeren yang ditampilkan dihari pertama Festival BMW VII di Biak, kemarin. ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-Atraksi Apen Beyeren kembali dilakukan di Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) VII di samping Museum Cenderawasih Biak, Senin (1/7) malam. Pertunjukan yang memperlihatkan kemampuan berjalan di atas bara  batu panas itu  diharapkan menjadi magnet bagi wisatawan berkunjung ke Kabupaten Biak Numfor kedepan.

  Seperti pada tahun-tahun sebelumnya dalam FBMW, antraksi Apen Beyeren ini sudah mendapat perhatian serius dari masyarakat Kabupaten Biak Numfor dengan datang menyaksikannya dari dekat. Hanya saja hal yang masih perlu menjadi perhatian serius, adalah menggaungkan Apen Beyeran keluar dengan mengoptimalkan promosi sehingga dapat menarik wisatawan datang menyaksikannya secara langsung.

  “Saya melihat ini luar biasa sekali, di daerah lain tidak ada seperti ini. Peninggalan leluhur ini harus dijadikan magnet untuk menarik wisatawan, tinggal bagaimana kemasannya ke depan sehingga lebih menggaung,” papar  Koordinator Calender Of Event Indonesia untuk Indonesia Timur Kementerian Pariwisata Raseno Arya ketika menghadiri antraksi apen bereyeren itu.

  Atraksi yang memperlihatkan kebolehan berjalan di atas bara batu panas itu tampil memukau. Para peserta atraksi tidak hanya dari kaum adam, namun dari kalangan nenek-nenek juga ikut mengambil bagian termasuk anak-anak. Atraksi dari kelompok Yembisari itu tidak dilakukan begitu saja, namun sebelum naik ke atas batu panas diawali dengan ritual adat.

  Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd  kembali menyatakan bahwa pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah menjadikan sektor wisata sebagai salah satu sektor unggulan yang akan mendapat perhatian serius ke depan. Promosi dan pembangunan sarana  prasana akan menjadi perhatian khusus dalam menunjang kebijakan pemerintah daeran memberikan prioritas terhadap sektor pariwisata dan perikanan kedepan.

  “Apen Beyeren merupakan peninggalan leluhur yang masih eksis sampai saat ini, kita akan menjadikan atraksi ini sebagai salah satu potensi yang dapat menarik kunjungan wisatawan ke Biak ke depan. Tentunya, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari pelestarian budaya sebagai warisan kekayaan bangsa,” paparnya.(itb/tri)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

9 hours ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

9 hours ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

10 hours ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

10 hours ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

11 hours ago

Bekerja Bukan Lagi Soal Ideal, Tapi Kebutuhan yang Tak Bisa Ditunda

Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…

12 hours ago