

Kegiatan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraft) Tingkat Dasar melalui pelatihan batik cap yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sarmi di Damar Hotel, Selasa (30/8). (Foto: Humas Sarmi for Cepos)
SARMI-Dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas para pelaku ekonomi kreatif yang berada di wilayah Kabupaten Sarmi, khususnya dalam bidang membatik, Pemerintah Kabupaten Sarmi menggelar kegiatan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraft) Tingkat Dasar melalui pelatihan batik cap.
Mewakili Pj Bupati Sarmi yang diwakili oleh Asisten ll Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Daniel Robert Senis, S H membuka kegiatan pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraft) Tingkat Dasar yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sarmi di Damar Hotel, Selasa (30/8).
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sarmi, Yohanis Mansi, SE, mengatakan, kegiatan ini seiring dengan program menuju Kabupaten Sarmi yang lebih maju khususnya di bidang membatik dan juga persiapan menuju kegiatan Sail Teluk Cenderawasih/ Festival 1000 ombak di Telaga Cemara Kabupaten Sarmi 2023 nanti,
Mansi menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem pariwisata, ekonomi kreatif ditargetkan menjadi salah satu kekuatan pemulihan, melalui produk-produk yang dihasilkan. Dalam rangka menyukseskan dan mewujudkan ekonomi kreatif di daerah sarmi harus diimbangi dengan SMD yang berkompeten.
“Mengingat ekonomi kreatif dan aktivitas yang membutuhkan kreativitas, ide, gagasan dan sentuhan langsung dari manusia, maka pemerintah pusat mengimbau pemerintah daerah terus berupaya mendorong ekonomi kreatif, salah satunya yang kita lakukan hari ini,”ungkapnya.
Dalam kesempatan ini Mansi berharap, keikutsertaan seluruh peserta dapat menciptakan peluang, dalam meningkatkan produk batik daerah, dengan memaksimalkan sumber daya lokal yang berada di Kabupaten Sarmi. Diharapkan setelah kegiatan ini, peserta mampu menghasilkan produk yang menjadi ciri khas Kabupaten Sarmi.
Sementara itu Kepala Seksi Riset Pengembangan Ekonomi Kreatif, pada Bidang Ekonomi Kreatif Kab. Sarmi, Hanok Rumborias menyampaikan dalam laporannya bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif tingkat dasar kepada pelaku ekonomi kreatif.
“Kegiatan ini juga sebagai wadah menjalin relasi dan mendapatkan pengetahuan bagi para pelaku ekonomi kreatif, dengan narasumber yang berpengalaman. Diharapkan adanya pembinaan ini bisa menciptakan SDM yang berwawasan, sesuai dengan target yang diinginkan,’’tandasnya.
Kegiatan ini digelar selama 3 hari dari tanggal 29-31 Agustus 2023, dengan menghadirkan nara sumber dari pembatik berpengalaman di Kab Sarmi Ibu Sisil Kyeuw Kyeuw dan hasil dari mama-mama perajin akan dijual dengan harga per meter berkisar Rp 200 ribu,dengan targer 40 pis satu kelompok, dari 8 kelompok dengan jumlah peserta 36. (Diskominfo Sarmi)
Menggunakan Rigid Bouyancy Boat (RBB) 600 PK, tim menyisir perairan Puriri sejauh 11 mil laut…
Rekianus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby…
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penipuan lowongan…
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mencatat tren penyalahgunaan narkotika kini marak menyasar kalangan pelajar…
Kerja sama tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, 14 rumah sakit rujukan nasional, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,…
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 00.30 WIT. Piket Satreskrim menerima laporan mengenai terbakarnya rumah milik…