Lebih jauh, ia menilai selama ini kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seni, budaya, serta pariwisata di Sarmi belum berjalan optimal. Untuk itu, pihaknya akan menggandeng para pelaku seni dan budaya yang bergerak dari hati, bukan semata-mata karena uang.
“Kita perlu libatkan mereka, karena pemerintah kadang baru bergerak kalau ada anggaran. Sementara komunitas ini, mereka bergerak terus karena semangat menjaga warisan,” tegasnya.
Tahap awal yang akan dilakukan Dinas Pariwisata Sarmi adalah membangun kesamaan pandangan antar semua pihak terkait, menyusun data potensi pariwisata, lalu memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor. Semua langkah ini diharapkan dapat menyelamatkan situs-situs bersejarah Sarmi agar tetap lestari dan menjadi daya tarik wisata yang membanggakan (roy).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…
Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…
Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…
Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…
Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…
Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…