

Kapolres Nabire-AKBP. Sonny M. Nugroho
JAYAPURA- Warga di Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki yang diketahui bernama Alfret Degei (55), Selasa (22/9) sekira pukul 17:15 WIT.
Kapolres Nabire AKBP Sonny mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, tidak terdapat adanya tanda-tanda kekerasan. “Dari hasil pemeriksaan sementara yang bersangkutan mengidap penyakit epilepsi, kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kematian yang bersangkutan,” ucap Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (23/9)
Dikatakan, dugaan kematian yang bersangkutan akibat epilepsi sebagaimana dari keterangan para saksi. Namun Kasat Reskrim sedang bekerja untuk mengungkap penyebab kematian pria 55 tahun itu. “Kami belum melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban, karena masih dalam keadaan duka. Namun tidak mengurangi nilai investigasi kita kepada kejadian tersebut,” kata Kapolres
Untuk jenazah sendiri lanjut Kapolres sudah dikembalikan kepada pihak keluarga dan berada di rumah duka. Ia menerangkan, pada Selasa (22/9) sekira pukul 17:15 WIT. saksi bernama Jaenal Abidin hendak buang air di Kapling dekat rumahnya dan melihat korban sudah telungkup di Parit dan kepala terbenam di air.
Melihat kejadian tersebut, saksi langsung melapor ke piket jaga Polsek Nabire Barat. Tak lama kemudian, anggota mendatangi TKP guna memastikan kejadian tersebut.
“Setiba di TKP anggota memeriksa keadaan korban. Saat ditemukan kondisi korban memakai celana pendek warna hitam corak putih, memakai kaos warna pink, memakai topi rajut, posisi badan tengkurap dan kepala terbenam di dalam air,” terangnya.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Nabire guna dilakukan pemeriksaan oleh pihak dokter. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap korban, tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan. Kini anggota sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan. Kasus tersebut telah ditangani oleh Satuan Reskrim Polres Nabire.
“Dari keterangan keluarga diketahui bahwa korban memiliki riwayat sakit ayan (Epilepsi), sehingga dimungkinkan korban mengalami kejang di TKP sebelum meninggal dunia,” kata Kapolres.
Dikatakan, keluarga korban tidak mau untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah dengan menandatangani berita acara penolakan autopsi. Keluarga korban menyadari bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi atau ayan. (fia/tri)
Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…
"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…