Dalam pesan adat yang disampaikannya, Bupati mengingatkan agar para pemuda menjaga perilaku dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat.
“Jangan sampai tindakan dan kelakuan kita menyalahi tatanan adat, karena ini membawa nama adat. Dimana-mana kalau orang tua marah, mereka pasti bilang “anak tidak tahu adat”, bukan anak tidak tahu agama. Padahal adat itu baik,” ujarnya mengingatkan.
Ia pun menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya keterhubungan antara adat, gereja, dan pemerintah dalam membina generasi muda. “Kalau pemuda adat sudah kuat, maka otomatis ada pemuda gereja, dan kalau pemuda gereja kuat, maka ada pemuda pemerintah. Tiga mata rantai ini tidak boleh terputus,” pungkasnya.(roy/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…