Dalam pesan adat yang disampaikannya, Bupati mengingatkan agar para pemuda menjaga perilaku dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat.
“Jangan sampai tindakan dan kelakuan kita menyalahi tatanan adat, karena ini membawa nama adat. Dimana-mana kalau orang tua marah, mereka pasti bilang “anak tidak tahu adat”, bukan anak tidak tahu agama. Padahal adat itu baik,” ujarnya mengingatkan.
Ia pun menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya keterhubungan antara adat, gereja, dan pemerintah dalam membina generasi muda. “Kalau pemuda adat sudah kuat, maka otomatis ada pemuda gereja, dan kalau pemuda gereja kuat, maka ada pemuda pemerintah. Tiga mata rantai ini tidak boleh terputus,” pungkasnya.(roy/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…
Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…
Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…
Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…
“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…
Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…