Dalam pesan adat yang disampaikannya, Bupati mengingatkan agar para pemuda menjaga perilaku dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat.
“Jangan sampai tindakan dan kelakuan kita menyalahi tatanan adat, karena ini membawa nama adat. Dimana-mana kalau orang tua marah, mereka pasti bilang “anak tidak tahu adat”, bukan anak tidak tahu agama. Padahal adat itu baik,” ujarnya mengingatkan.
Ia pun menutup sambutan dengan menegaskan pentingnya keterhubungan antara adat, gereja, dan pemerintah dalam membina generasi muda. “Kalau pemuda adat sudah kuat, maka otomatis ada pemuda gereja, dan kalau pemuda gereja kuat, maka ada pemuda pemerintah. Tiga mata rantai ini tidak boleh terputus,” pungkasnya.(roy/ade).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurutnya, timnya masih memiliki celah dalam melakukan transisi menyerang-bertahan. Sehingga ia ingin membenahi dua situasi…
Beberapa rangkuman perjalanan KONI Papua sepanjang tahun 2025, yakni penguatan fondasi melalui perekrutan atlet. KONI…
Haris menjelaskan, khusus untuk persoalan TPP ASN, hal tersebut telah dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah bersama…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menjelaskan bahwa tidak adanya pembayaran TPP pada tahun 2025 disebabkan karena…
Seratusan kasus kekerasan tersebut didominasi peristiwa kontak senjata dan penembakan (serangan tunggal) sebanyak 59 kasus,…
‘’Meski agak jauh dari kita, tapi pertumbuhan awan hujan terjadi di laut,’’ katanya. Sementara di…