Ia juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata telah menempatkan masyarakat sipil sebagai korban di tengah-tengah, mulai dari kehilangan rasa aman, harta benda, hingga masa depan anak-anak Papua.
“Ada yang mencuri senjata, ada yang mencuri sumber daya alam, dan masyarakat yang menjadi korban. Kekerasan hanya melahirkan penderitaan baru,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Senator Eka Yeimo menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan dialog sebagai jalan damai. “Papua tidak butuh senjata. Papua butuh dialog kemanusiaan. Damailah negeriku,” pungkasnya. (luc/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…