Sementara untuk penghasilan yang diperoleh, dijelaskan system penggajian dilakukan lewat hasil. Misal dirinya mendapat 30 persen lalu sisanya dibagi lagi ke pekerja dan operator mesin dan ini setelah dikeluarkan dari biaya operasional.
“Itu kalau cara saya,” jelas Adolof. Soal angka penghasilan ia mengaku tidak terlalu besar dan belum mencapai Rp10 juta perbulannya.
“Yang jelas tidak besar makanya kami coba untuk mengikuti aturan yang ada. Lalu kalau mesin ecavator itu kami gunakan bersama dan pembayarannya juga urunan,” paparnya.
Sementara Wakil ketua IV DPR Papua Tengah, Jhon Gobay menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak masyarakat Papua yang mau menambang. Mengelola potensi SDA di atas tanahnya sendiri. Karenanya sepatutnya pemerintah membantu memfasilitasi dan mendampingi. (bersambung)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Penyisiran diawali dari kawasan Pasar Enarotali. Di lokasi tersebut, polisi menemukan sedikitnya enam kelompok masyarakat…
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna menjelaskan bahwa seluruh titik rawan pencarian…
Langkah preventif ini dilakukan guna menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum…
Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi di Nabire, Sabtu, mengatakan kebakaran diketahui…
“Kami dari masyarakat adat Erambu memberikan kepada negara wilayah kami seluas kurang lebih 300 ribu…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, kedua korban yang ditemukan dalam…