Categories: FEATURES

Bantu Kelancaran Ibadah di 13 Gereja, HMI Berharap Bisa Ditiru Daerah Lain

Potret Kehidupan Toleransi Beragama di Tengah Perayaan Natal di Kota Jayapura

Toleransi beragama di tanah Papua adalah nyata, bukan sekedar slogan atau retorika belaka. Setiap hari raya keagamaan, begitu terasa. Termasuk pada perayaan Natal kali ini.

Laporan: Jimianus Karlodi-Jayapura

Perayaan Natal 2025 berlangsung penuh kedamaian dan kemeriahan di seluruh penjuru dunia tak terkecuali di tanah Papua. Bahkan di Papua, khususnya di Kota Jayapura momen Natal ini menjadi cermin harmoni antarumat beragama dan kekuatan toleransi dalam menjaga persatuan bangsa.

Berbagai elemen masyarakat menunjukkan kepedulian dan dukungannya, menciptakan suasana kondusif bagi umat Kristiani untuk menjalankan ibadah dan perayaan dengan khidmat. Dengan suasana yang terjaga ini, umat di Kota Jayapura dapat merefleksikan makna mendalam dari nilai-nilai kasih dan pengharapan yang terkandung dalam Natal.

Terciptanya suasana yang penuh damai dan tentram ini tak terlepas dari peran penting dari saudara – saudari dari umat muslim, dalam hal ini Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Papua di Kota Jayapura, yang turut menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Hal ini mengingatkan kita bahwa wajah toleransi di tanah Papua adalah nyata, bukan sekedar slogan atau retorika belaka. Sekali-kali datanglah dan menikmati suasana natal di kota ini.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, semarak suasana natal di Kota Jayapura bisa dirasakan mulai akhir November, dimana lagu-lagu natal mulai dikumandangkan dan hiasan natal seperti pondok natal dan pohon natal menghiasi wajah kota.

Tidak ada yang merasa terganggu dengan aksesoris natal tersebut, bahkan hiasan natal yang dipasang di ruas jalan protokol dan sejumlah titik menambah keindahan kota. Kerlap-kerlip lampu di malam hari mempercantik wajah kota dan menghadirkan nuansa natal yang semakin terasa.

Pondok-pondok natal, baik yang berukuran besar maupun berukuran mini, dengan berbagai aksesorisnya pun, terlihat di sejumlah sudut kota. Ada yang membuat pondok natal dari bambu, kayu dan gaba-gaba.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Sandera yang Selamat Ternyata Sedang Hamil

Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…

5 hours ago

Konsep Dialog Kembali Didorong untuk Akhiri Konflik

Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…

6 hours ago

Disandera, Dipaksa Dukung OPM Lalu Dihabisi

Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…

7 hours ago

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

8 hours ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

9 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

21 hours ago