Kebersamaan akan terasa lebih lengkap di hari kelahiran sang juru selamat ketika umat Kristiani melakukan kegiatan Open house. Tradisi berkunjung pada hari natal ini, warga Jayapura menyebutnya ‘peta’, yakni melakukan kunjungan dari rumah ke rumah sesuai dengan urutan target rumah yang akan dikunjungi, yang telah mereka tentukan sebelumnya.
Yang unik dari tradisi open house ialah warga pada umumnya menyediakan minuman kaleng (sprite, fanta, coca-cola, dsb) untuk disuguhkan kepada tamu. Karena minuman kaleng inilah, muncul istilah ‘anak-anak kaleng’. Anak-anak kaleng yang dimaksud ialah, rombongan bocah yang bersilaturahmi dan memberikan ucapan selamat natal kepada keluarga yang merayakan.
Biasanya anak-anak ‘peta’ keliling kompleks, melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, sambil membawa tas dengan harapan setiap keluarga yang dikunjungi memberikan sebuah minuman kaleng.
“Sama sewaktu masih kecil, saya bersama teman-teman suka keliling kompleks. Saya pergi dengan tas kosong, dan pulang tas full minuman kaleng,” cerita Mario, pemuda kompleks SMA Negeri 4 Jayapura, sambil tertawa mengenang masa kecilnya.
Tradisi Natal di Jayapura memang unik. Natal dirayakan bukan hanya oleh umat nasrani semata, namun pada moment istimewa Hari Raya Natal, potret toleransi antar umat beragama juga ditunjukkan oleh warga lainnya.
“Memuliakan Allah tidak hanya melalui kata-kata, tetapi terutama melalui perbuatan baik dalam kehidupan kita. Jangan takut karena hari ini telah lahir bagimu juru selamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud,” demikian khotbah Pastor dalam Misa Natal Pagi Gereja St Agustinus Entrop. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…
Hasil kontra Persiku Kudus menempatkan pasukan Mutiara Hitam pada posisi kedua dengan koleksi 56 poin.…
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…