Pada akhirnya, pertanyaan strategis Papua mungkin bukan lagi seberapa jauh Papua dari Jakarta tetapi seberapa dekat Papua dengan masa depan Pasifik, dan seberapa besar OAP menjadi aktor utama dalam membentuk masa depan itu. Di situlah Otonomi Khusus, kepemimpinan adaptif dan konstruktivisme bertemu: pembangunan bukan hanya tentang apa yang dibangun pemerintah, tetapi tentang identitas, kepercayaan, partisipasi dan masa depan seperti apa yang dibangun bersama oleh masyarakat Papua. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…
Dalam laporan tersebut, kekayaan Suyudi terdiri atas sejumlah aset tidak bergerak dan bergerak. Untuk tanah…
”Kapolri baru, harapan baru untuk membenahi institusi Polri,” ujar Abdul Rachman Thaha yang akrab disapa…
Usai dilantik menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), Jenderal TNI Dudung Abdurachman…
Selama lebih dari dua dekade, ia memilih bertahan dan ikut merajut masa depan anak-anak di…