Categories: FEATURES

Fokus Benahi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Siapkan Opsi Untuk Guru Pensiun

Upaya Dinas Pendidikan Provinsi Papua Menyikapi Rendahnya Indeks SPM Pendidikan

Pemerintah Provinsi Papua mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus

Laporan: Elfira_Jayapura

Papua sebagai provinsi induk di Tanah Papua, sudah seharusnya menjadi barometer dalam peningkatan kualitas dan pelayanan pemerintahan, termasuk di bidang pendidikan. Namun begitu, masih ada sejumlah persoalan di bidang pendidikan yang harus menjadi perhatian serius.

  Tidak hanya di bidang pendidikan formal, namun juga pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, yang saat ini masih menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi Papua, khususnya dari Dinas Pendidikan.

  Persoalan tersebut juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Dinas Pendidikan Provinsi Papua bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, Rabu (26/8).

   Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan, pertemuan itu menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai persoalan pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, khususnya layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

   Menurutnya, rendahnya capaian SPM menunjukkan masih terdapat layanan yang belum berjalan secara optimal. “Itu menyebabkan beberapa hal tidak dilakukan pelayanan yang cukup baik kepada anak-anak kita yang berkebutuhan khusus,” kata Medlama kepada Cenderawasih Pos.

   Medlama menjelaskan, persoalan tersebut juga berkaitan dengan indikator penilaian SPM di tingkat pusat. Penilaian yang dilakukan pemerintah pusat lebih menitikberatkan pada pendidikan khusus, sementara SMA dan SMK telah menjadi kewenangan kabupaten/kota.

   “Penilaian SPM kita di Jakarta dinilai dari pendidikan khusus, bukan pendidikan SMA/SMK. SMA/SMK sejatinya sudah berada di kabupaten/kota,” jelasnya.

   Saat ini, Pemprov Papua memberikan perhatian terhadap lima Sekolah Negeri Khusus (SNK). Kelima sekolah tersebut yakni SNK Pariwisata Papua, SNK Agrobisnis dan Agroteknologi Koya, SNK Kemaritiman Biak, SNK Sains dan Bahasa Jayapura serta SNK Olahraga.

   Namun, keberadaan lima sekolah tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perhitungan indeks SPM. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi agar pelayanan pendidikan khusus mendapat perhatian yang lebih proporsional.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gubernur: PAD Jangan Ditahan-tahan, Segera Disetor!                  

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menahan Pendapatan…

31 minutes ago

Selain Pakaian Layak Pakai, Kebutuhan Balita Masih Kurang

  Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, mengatakan kebutuhan susu bagi balita menjadi salah…

2 hours ago

Insentif Kader Posyandu Nunggak 6 Bulan

   Rustan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan…

3 hours ago

Pemprov Salurkan Tiga Truk Bantuan

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Christian Sohilait, mengatakan bantuan yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan…

4 hours ago

Ribuan Jiwa Terdampak Kebakaran, Pemkot Siapkan Penanganan Terpadu

Pemerintah Kota Jayapura memperkuat penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan Dok V, Kelurahan Mandala, dengan melibatkan…

5 hours ago

TPP Tiga Bulan ASN Pemprov Papua Cair September ini

  Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…

6 hours ago