Categories: FEATURES

Fokus Benahi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, Siapkan Opsi Untuk Guru Pensiun

   Selain persoalan SPM, kebutuhan tenaga pendidik juga menjadi tantangan. Sejumlah guru di sekolah khusus akan memasuki masa pensiun sehingga pemerintah harus menyiapkan tenaga pengganti agar proses pembelajaran tidak terganggu.

   Pemprov Papua menyiapkan opsi dengan memanfaatkan guru pembantu maupun guru kontrak yang memiliki latar belakang pendidikan tertentu dan telah memiliki kemampuan pedagogi.

   “Guru-guru tersebut nantinya dapat diberikan peningkatan kapasitas atau upskilling sebelum ditempatkan untuk mengajar di sekolah khusus,” terangnya.

  “Kita sudah sepakati bahwa ada guru-guru yang sedang menjadi guru pembantu atau kontrak. Bukan dari pendidikan luar biasa, tetapi punya latar belakang pendidikan matematika atau pendidikan lainnya. Yang penting dia sudah punya ilmu pedagogi,” sambungnya.

   Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kekurangan tenaga pendidik akibat pensiun dapat segera diantisipasi. Dengan tambahan kompetensi, guru yang tersedia diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus.

   Di sisi lain, persoalan asrama juga menjadi perhatian. Medlama mengatakan, tidak semua anak berkebutuhan khusus memperoleh dukungan optimal dari keluarga. Sebagian orang tua, kata dia, masih membutuhkan kesiapan psikologis untuk menerima kondisi anak mereka.

   “Nanti saya akan lapor Gubernur Papua supaya apa yang kita bisa lakukan mengambil aksi, sehingga pelayanan anak-anak kita yang berpendidikan khusus berjalan dengan baik,” katanya.

   Tidak hanya tenaga pendidik dan asrama, Pemprov Papua juga akan mendorong pemenuhan sarana dan prasarana pendukung. Sekolah khusus dinilai membutuhkan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga mendukung perkembangan sosial dan psikologis anak.

   Salah satunya melalui penyediaan ruang atau area khusus seperti taman bermain yang dapat menjadi tempat anak-anak berinteraksi dan bersosialisasi. “Jadi mereka tidak hanya belajar secara akademik, tetapi diberikan kesempatan untuk bersosialisasi di antara mereka. Ini juga membantu proses penyembuhan mereka,” pungkasnya. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

9 hours ago

Pemprov Papsel Siapkan Stimulan Rp 250 Ribu per Bulan untuk Bayi dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Papua Selatan…

10 hours ago

Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi dan Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar  mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…

11 hours ago

DPRK Yalimo Soroti Kemunduran Kinerja Pemkab, Desak Transparansi Anggaran

Mewakili puluhan anggota dewan tersebut,​Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Simon Walilo, menegaskan bahwa dari…

12 hours ago

TNI dan Brimob Dilibatkan Dalam Pengamanan Pelayanan Publik di Jila

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan…

13 hours ago

115 Butir Telur Burung Paruh Bengkok yang Digagalkan, Ditetaskan dalam Inkubator

Sebanyak 115 butir telur burung paruh bengkok yang berhasil diamankan saat diselundupkan melalui bagian kargo…

16 hours ago