Ia mengatakan bahwa secara potensi, siswa Sekolah Rakyat tidak kalah dengan pelajar di sekolah formal lainnya. Tantangan awal yang dihadapi adalah adaptasi terhadap teknologi pembelajaran. “Sebagian siswa belum terbiasa menggunakan laptop. Jadi selain mengajar mata pelajaran, kami juga membekali mereka keterampilan dasar teknologi,” ujar guru Bahasa Indonesia itu.
Menurutnya, keaktifan siswa di kelas tergolong tinggi. Bahkan, mereka kerap berinisiatif menyiapkan perangkat pembelajaran secara mandiri. Kualitas pembelajaran terus meningkat seiring kelengkapan sarana dan prasarana. Motivasi belajar anak-anak semakin tinggi. Mereka belajar dengan lebih menyenangkan karena fasilitas sudah mendukung.
Anak-anak belajar percaya diri, peduli pada teman, dan memahami tanggung jawab. Mereka menatap masa depan dengan optimisme, di tengah keterbatasan yang dulu sempat menghentikan langkah mereka. “Harapan kami tentu anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman dan tenang. Tentu anak-anak bisa menggapai mimpi-mimpi mereka,” katanya, mengkahiri. (*/habis)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Penegasan tersebut disampaikan dalam siaran pers yang dikeluarkan ARKR Law Office & Associates sebagai respons…
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan…
Ekspedisi Patriot merupakan program kerjasama Undip dengan Pemerintah Kabupaten Keerom yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi…
SMA YPK Diaspora Kotaraja menandai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 dengan meluncurkan program kelas bilingual…
Kasat Resnarkoba Polres Jayapura AKP Bima Nugraha Putra mengatakan, penerapan Restorative Justice dilakukan secara selektif…
Insiden maut ini mengakibatkan satu orang penumpang mengalami luka berat dan sembilan lainnya—termasuk dua anak…