Aktivitas TKBM di Pelabuhan Jayapura tidak hanya bergantung pada kapal penumpang. Jika tidak ada kapal penumpang, para buruh beralih bekerja di kapal kontainer maupun kapal barang.
Perbedaannya, untuk kapal penumpang, pembayaran jasa angkut biasanya diterima langsung setelah pekerjaan selesai. Sementara pekerjaan pada kapal barang menggunakan sistem penggajian bulanan. Pendapatan yang diterima pun menurut Ortis masih jauh dari harapan jika dibandingkan dengan besaran upah minimum.
Namun hal itu tidak membuatnya meninggalkan pelabuhan. Ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan, seperti mendulang emas atau pekerjaan serabutan lainnya. Tetapi pekerjaan tersebut tidak selalu tersedia.
Kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Sementara di pelabuhan, setiap kali kapal datang, selalu ada peluang untuk mendapatkan uang. “Saya bersyukur karena ada kapal Pelni, ada Pelabuhan Jayapura, ada perusahaan Pelindo. Makanya kami para buruh bisa bekerja di sini. Meski dengan gaji yang tak seberapa, tetapi setiap kali kami keluar dari rumah ada harapan yang kami bawa pulang lagi ke keluarga kami,” ujarnya.(*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…
Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…
Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…
Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari, mereka datang dengan…
Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…
Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…