Categories: FEATURES

Tak Hanya Fokus Belajar Akademik, Tapi juga Belajar Etika dan Tanggung jawab

  Tidak saja bisa mendapatkan ijazah tapi mereka harus mengenyam pendidikan yang berkualitas agar bisa bersaing lebih banyak lagi, tidak saja di tingkat nasional,  bahkan tingkat internasional.

   Itu hanya dapat ditempuh salah satunya dengan menyambut kerjasama dengan pihak Genius, apalagi sekolah itu mempunyai visi dan misi  besar,  mempercepat pengembangan SDM anak anak Indonesia Timur. Frans Pekey kemudian mengirim puluhan anak anak Port Numbay ini ke sekolah Genius.

   Hasilnya memang sudah terlihat  perbedaannya. Di usia SMP dan SMA misalnya, anak-anak ini sudah punya konsep mengembangkan penelitian ilmiah di bidang sains dan lebih spesifik lagi ke dalam bidang kesehatan dan pertanian.

   Dalam kunjungan Kamis (19/3), lalu itu, Frans Pekey berkesempatan berinteraksi dengan anak anak itu. Sejumlah anak-anak ini,  mengungkapkan pengalaman mereka selama belajar di Genius. Ya, sesuai namanya, sekolah Genius, anak-anak tersebut terlihat cukup Genius, walau masih pemula.

  Salah satu siswa bernama Grace,  mengungkapkan pengalamannya selama bergabung di Genius. Sekolah yang berbasis riset itu sempat membuatnya ketar-ketir. Karena menurut dia, berbicara riset, tapi tidak mengetahui apa itu riset. Namun berkat bimbingan guru dan kemauan belajar yang kuat, lambat laun dia mengaku mulai tertarik dengan riset.

   Begitu juga beberapa rekan lainnya, sama-sama berbicara tentang riset. Uniknya riset-riset yang mulai dikembangkan itu diambil dari persoalan umum di Papua. Mulai dari masalah kesehatan, pertanian, persoalan kelangkaan BBM dan masih banyak lagi. Bahkan salah satu siswa sempat mengemukanan materi risetnya yang akan mengembangkan BBM dari kelapa hutan.

   Selain karena kelapa hutan sebagai bahan baku yang cukup tersedia, setidaknya ini menjadi langkah awal dari konsep berpikirnya, bagaimana mengatasi persoalan kelangkaan dan mahalnya BBM di Papua. Memang bicara mengenai riset ini bukan perkara mudah dan proses yang cepat, tapi itu membutuhkan waktu dan proses panjang. Tapi tidak ada salahnya jika itu dimulai dari sekarang.

   “Jadi kami beruntung sekolah disini, sekolah berbasis riset, awalnya itu berpikir sesuatu yang sangat sulit dan sulit. Tetapi setelah kami belajar ternyata ini terus mendorong kami untuk terus berinovasi melalui riset ini,” ujar Grace.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

17 hours ago

Terima Tambahan DAU, Bupati Keerom Layangkan Apresiasi kepada Presiden Prabowo

Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…

18 hours ago

Mini Pameran Pembangunan Sebagai Bukti Nyata Kerja Pemprov Papeg

Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…

19 hours ago

Kapolres Mimika: Kita Harus Siaga Setiap Saat

Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…

20 hours ago

LBH Desak MBG Dihentikan di Tanah Papua

   Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…

21 hours ago

Kondisi Membaik, Lima Pasien Keracunan MBG Pulang

Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan  usai mengonsumsi menu Makan…

22 hours ago