Categories: FEATURES

Beras, Ayam Beku Jadi Bahan Kontak Termasuk Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan

Egianus tetap menghormati apa yang menjadi permintaan masyarakat di Yuguru. Maklumlah jika menyimak diskusi yang disampaikan Edison,  warga di Kampung Yuguru ini yang selama menjaga dan merawat yang pilot. Egianus bisa saja memaksakan kehendak namun ia tak bisa mengabaikan apa yang sudah diberikan masyarakat kepada sang pilot. Jika ia memaksakan artinya ia akan diprotes oleh warga di kampung tersebut.

Menariknya selama di kampung ini sang pilot tetap dijaga layaknya orang baru atau tamu. Dan ketika sebelum proses pembebasan, masyarakat Yuguru melakukan prosesi bakar batu layaknya sebuah penghormatan kepada tamu yang akan pulang. Bakar batu sendiri memiliki nilai sosial yang kompleks.

“Pada 21 September, saya bersama pilot Helikopter Asian One dari Timika langsung ke Yuguru, dimana sebelumnya utusan Egianus juga telah menuju Yuguru bersama Pilot Philip. Usai menjemput Philip, kami langsung kembali ke Timika selanjutnya Philip diterbangkan ke Jakarta,” sambungnya.

Lantas apa alasan Egianus memilih membebaskan Philip di daerah Yuguru ? Edison menerangkan hal ini dikarenakan yang merawat Philip selama disandera adalah masyarakat setempat. Selain itu tim dari Egianus yakni Kodap III dan pihak gereja di Yuguru juga ikut merawat yang pilot. Alasan lainnya adalah pembebasan tidak dilakukan di Distrik Kuyawage lantaran masyarakat setempat takut setelah pembebasan terjadi operasi militer di daerah tersebut.

“Saat pembebasan Philip di Kuyawage, dilakukan juga upacara bakar batu dengan masyarakat setempat. Mereka menghormati semua prosesnya,” kata Edison.

Harunya saat di Yuguru, sebelum pilot diserahkan ke Edison, masyarakat setempat meminta presiden terpilih Prabowo untuk memperhatikan mereka.

“Gara-gara penahanan pilot, banyak kerusakan yang ditimbulkan, banyak warga yang mengungsi karena ketakutan dengan operasi yang dilakukan saat itu, adanya korban jiwa, kebun masyarakat yang tidak terurus, sekolah dan kesehatan tidak aktif dan lapangan terbang tidak diperhatikan,” cerita Edison. Selama ini dikatakan masyarakat disana hidup dalam kesulitan. Makan penuh keterbatasan, hanya mengandalkan hasil bumi dan jika cuaca tak menentu dipastikan  akan mempengaruhi hasil kebun.

Beberapa kali di Nduga terjadi kelaparan akibat gagal panen. Mereka meminta  pemerintah hadir memperhatikan Yuguru dan Nduga. Kalimatnya, jima malam mereka kedinginan  dan jika siang mereka kelaparan.

“Pak Prabowo harus mendegarkan  tuntutan kami, dan segala kerusakan yang ada harus diperbaiki oleh bupati terpilih nantinya dan harus ada rehabilitasi,” kata Edison sebagaimana penyampaian dari masyarakat Nduga.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Presiden Panggil Menhan, Panglima, Kapolri hingga Kepala BIN ke Hambalang

Turut hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Maruli Simanjuntak, dan KSAL Muhammad…

21 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

22 hours ago

Kabar Duka Haji 2026: Total Korban Meninggal Jemaah RI Jadi 7 Orang

Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Moh Hasan Afandi, memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers yang…

22 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

23 hours ago

Bermula Khawatir Susah Bimbingan dan ”Dibantai” saat Sidang

Belum lagi, ”dibantai” penguji saat sidang skripsi. Hal itu membuatnya enggan membuat skripsi. Gayung bersambut,…

24 hours ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

1 day ago