Namun lanjutnya, setiap orang yang datang di Taman Doa, wajib menjaga kebersihan serta tidak merusaki tempat tersebut. “Silahkan datang di Taman Doa, tapi jangan sampai merusaki taman tersebut. Dan juga tidak boleh datang hanya untuk berpacaran, karena orang yang datang di Taman doa betul betul datang untuk berdoa,” tegasnya.
Taman doa tersebut dibangun atas partisipasi umat Katholik St. Agustinus Entrop, sehingga perlu dijaga dan dirawat. “Tidak boleh datang hanya untuk merusaki taman doa, karena itu dibangun atas parsitiapai umat,” tandasnya.
Diapun mengatakan pembangunan taman doa tersebut merupakan bentuk ungkapan iman dari umat Katolik Stasti Entrop. Sehingga perlu dirawat dan tentunya dijaga agar tidak dengan mudah dirusaki oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Sebagai putra putri Maria, mereka ungkapkan kecintaan mereka dengan membangun taman doa secara swadaya, maka kasihan kalau datang hanya untuk merusaki taman tersebut,” ujarnya.
Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus pelataran rumah tempat anak-anak tumbuh. Namun di…
Bangunan ini sebelumnya digunakan sebagai kantor Bawaslu Papua. Posisinya persis bersebelahan dengan pintu masuk gedung…
Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Merauke bersama KBO Reskrim…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH memastikan jika pelaku WW telah…
Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso, S.Pd, M.Pd menyatakan pihaknya sudah melakukan pendataan kepada…
Pertamina Patra Niaga menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU 8499902 di kawasan SP2, Kabupaten Mimika, Papua…