Namun lanjutnya, setiap orang yang datang di Taman Doa, wajib menjaga kebersihan serta tidak merusaki tempat tersebut. “Silahkan datang di Taman Doa, tapi jangan sampai merusaki taman tersebut. Dan juga tidak boleh datang hanya untuk berpacaran, karena orang yang datang di Taman doa betul betul datang untuk berdoa,” tegasnya.
Taman doa tersebut dibangun atas partisipasi umat Katholik St. Agustinus Entrop, sehingga perlu dijaga dan dirawat. “Tidak boleh datang hanya untuk merusaki taman doa, karena itu dibangun atas parsitiapai umat,” tandasnya.
Diapun mengatakan pembangunan taman doa tersebut merupakan bentuk ungkapan iman dari umat Katolik Stasti Entrop. Sehingga perlu dirawat dan tentunya dijaga agar tidak dengan mudah dirusaki oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Sebagai putra putri Maria, mereka ungkapkan kecintaan mereka dengan membangun taman doa secara swadaya, maka kasihan kalau datang hanya untuk merusaki taman tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa tahapan pendaftaran dibuka pada bulan Februari bulan depan. Bahkan jumlah formasi yang…
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Boby Awi menjelaskan bahwa kenaikan target tersebut seiring…
Menurutnya, LHP yang diserahkan bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi cerminan sejauh mana pengelolaan keuangan…
Pelantikan sejumlah staf khusus ini oleh Fakhri menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Lantaran,…
"Total seluruh penduduk di wilayah Papua sebanyak 4,58 juta jiwa. Untuk Provinsi Papua sebanyak 1,10…
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses penerimaan bahan makanan, kebersihan dan kelayakan dapur, kondisi…