Namun lanjutnya, setiap orang yang datang di Taman Doa, wajib menjaga kebersihan serta tidak merusaki tempat tersebut. “Silahkan datang di Taman Doa, tapi jangan sampai merusaki taman tersebut. Dan juga tidak boleh datang hanya untuk berpacaran, karena orang yang datang di Taman doa betul betul datang untuk berdoa,” tegasnya.
Taman doa tersebut dibangun atas partisipasi umat Katholik St. Agustinus Entrop, sehingga perlu dijaga dan dirawat. “Tidak boleh datang hanya untuk merusaki taman doa, karena itu dibangun atas parsitiapai umat,” tandasnya.
Diapun mengatakan pembangunan taman doa tersebut merupakan bentuk ungkapan iman dari umat Katolik Stasti Entrop. Sehingga perlu dirawat dan tentunya dijaga agar tidak dengan mudah dirusaki oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Sebagai putra putri Maria, mereka ungkapkan kecintaan mereka dengan membangun taman doa secara swadaya, maka kasihan kalau datang hanya untuk merusaki taman tersebut,” ujarnya.
Rencana penataan dan peninggian jalan di Konya ini sebenarnya sempat disambut antusias oleh masyarakat Kampung…
Langkah terobosan ini ditujukan untuk memberikan kepastian kesejahteraan, menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan bermutu, serta mendor
Aksi kejahatan tersebut terjadi ketika sejumlah guru dalam perjalanan kembali menuju pusat kota Wamena usai…
Berikut profil KH Abdul Hakim Mahfudz dirangkum dari berbagai sumber. Gus Kikin lahir pada 17…
Pengelola APMS Anwarudin dan Lasminingsih Wamena Suyono menyatakan untuk penyaluran BBM baik itu yang bersubsidi…
Sidang kode etik digelar menyusul putusan Pengadilan Negeri Merauke yang menyatakan Bripda FK terbukti secara…