Categories: FEATURES

Melihat dari Dekat Suasana Sekolah Rakyat di Kota Jayapura

Diketahui sebelumnya Kepala Kantor BBPPKS Regional VI Papua, John H Mampioper menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan 100 persen gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Namun, saat ini yang sementara berjalan di Papua hanya untuk jenjang SMA. Sementara untuk jenjang lain seperti, SD dan SMP akan di lanjutkan ketika gedung sekolah telah bangun di tahun 2026 mendatang.

Sebutnya program ini menjadi bagian dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk memuliakan keluarga miskin dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok ekonomi terendah. Seluruh biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan dasar siswa ditanggung oleh negara.

Lebih lanjut, ia meyakini, program sekolah rakyat tersebut akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Apalagi ini adalah program dari Presiden RI Prabowo Subianto yang harus dilaksanakan disemua daerah di Tanah Air.

“Oleh karena itu, mari kita dukung dan awasi bersama-sama pelaksanaannya. Bahkan termasuk apa yang terjadi di tengah masyarakat terutama hal yang berkaitan dengan siswa dan para orang tua murid, sebab mereka ini menitipkan anak mereka kepada pemerintah sehingga tugas pemerintah untuk memastikan anak-anak tersebut mendapatkan pelajaran dan pendidikan yang berkualitas,” jelas John.

Sedangkan kurikulum Sekolah Rakyat bukan sekadar berbasis boarding school. Tapi berfokus mengedepankan empati, menumbuhkan cinta dan kecakapan hidup yang baik. Lebih dari itu program ini juga sejalan dengan visi jangka panjang Indonesia Emas 2045 yang menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi, bukan meniadakan sekolah yang sudah ada. Fokus kita adalah memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar,” ujarnya. Adapun siswa yang menjalankan pendidikan di Sekolah Rakyat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang telah diintegrasikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Mereka yang berasal dari desil 1 dan desil 2 atau kelompok paling miskin dalam DTSEN menjadi prioritas utama, terutama anak-anak yang tidak lagi tercatat di Dapodik alias putus sekolah. Pelaksanaan Sekolah Rakyat dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial, sementara rekrutmen guru dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pimpinan OPD Wajib  Kawal Kehadiran ASN di Upacara HUT RI

  Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…

3 days ago

Diduga Jadi Pengedar Ganja, Dua Pemuda Dibekuk  

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…

3 days ago

Ribuan Personel Siap Amankan HUT RI di Papua

   Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…

3 days ago

Jhon Tabo: Pembangunan Kantor Gubernur Papeg Kewenangan Pusat

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…

3 days ago

Puncak HUT RI Dipusatkan Di Lapangan Trisila Hamadi

  Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…

3 days ago

Merasa Belum Nyaman, Nakes Belum Kembali ke Puskesmas Rimba Jaya

Kepala Puskesmas Rimba Jaya, Iriani Winoto, mengatakan keputusan untuk belum kembali ke gedung utama puskesmas…

3 days ago