

Anak-anak di Kampung Tobati yang menunggu angkutan untuk berangkat sekolah. Pemenuhan kebutuhan dan hak anak harus menjadi perhatian serius (foto:Gamel/Cepos)
Ketika Hari Anak Nasional Belum Sepenuhnya Menjawab Hak dan Perlindungan Anak
Rabu 23 Juli 2025 hari ini merupakan momen peringatan 41 tahun peringatan Hari Anak Nasional. Namun di Papua, hak dan perlindungan anak belum sepenuhnya terpenuhi. Bahkan, banyak anak-anak menjadi korban kekerasan seksual dan terdampak konflik sosial. LBH Apik mencatat, ada 47 anak jadi korban. Seperti apa ceritanya ?
Laporan: Elfira_ Jayapura
Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2025 tahun ini memasuki peringatan yang ke-41 tahun. Tema besar Hari Anak Nasional 2025 adalah “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”.
Di balik tema tersebut, siapa sangka, di Papua, sebagian anak-anak menjadi korban konflik kekerasan bersenjata, mendapatkan kekerasan dari orang-orang terdekatnya hingga menjadi korban kekerasan seksual.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Jayapura, mencatat lima tahun terakhir sebanyak 47 anak di Kota Jayapura yang menjadi korban kekerasan seksual.
Dari puluhan kasus ini, rata-rata pelaku adalah orang terdekat korban. Kerabat, hingga orang tua.
“Anak dengan korban kekerasan itu traumanya sangat mendalam,” ucap Direktur LBH Apik Jayapura, Nur Aida Duwila, kepada Cenderawasih Pos, Selasa (22/7).
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…