Menurut Nona, ketika berbicara tentang anak. Maka seharusnya, semua pihak sudah memiliki pemikiran yang sama untuk melindungi, menjaga dan menghormati hak asasi perempuan dan anak.
“Bahkan, program kota layak anak atau kampung layak anak masih tertatih-tatih jalannya akibat tak adanya dukungan anggaran. Ketika kami turun ke kampung, sering kami dengarkan suara-suara masyarakat kampung bahwa mereka tidak dijangkau oleh pemerintah,” tuturnya.
Agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terulang, ia mendorong pemerintah gencar mensosialisasikan aturan Undang-undang terkait dengan perlindungan anak. Termasuk, pada kasus-kasus kekerasan terhadap anak jangan diselesaikan secara kekeluargaan. Harus ada proses hukum dan pertanggungjawaban pelaku terhadap perbuatannya.
Kemudian, orang tua tidak melepaskan tanggung jawab mereka kepada sekolah, tetangga atau siapa pun.
“Dari rumah sendiri harus memberikan pelajaran penting kepada anak terkait bagian tubuhnya yang mana yang tidak bisa disentuh orang lain. Termasuk, pentingnya anak diajari bagaimana membela diri,” pungkasnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melancarkan operasi senyap dengan menggerebek sebuah pabrik rumahan…
‘’Selama ini jarang anak-anak kita orang asli Papua yang masuk ke Akmil, Akpol maupun sekolah…
Dewan Pengurus Partai Golkar Papua Selatan melakukan percepatan melakukan konsolidasi untuk menghadapi Pemilu 2029 mendatang.…
‘’Untuk anak tidak sekolah ini, kita dorong melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten,…
Mathius mengatakan, kerja bakti ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap aset kebanggaan masyarakat Papua. "Oleh…
Bagi Yani, memberikan rasa aman kepada warga adalah harga mati, meski kini ia harus mengandalkan…