Menurut Nona, ketika berbicara tentang anak. Maka seharusnya, semua pihak sudah memiliki pemikiran yang sama untuk melindungi, menjaga dan menghormati hak asasi perempuan dan anak.
“Bahkan, program kota layak anak atau kampung layak anak masih tertatih-tatih jalannya akibat tak adanya dukungan anggaran. Ketika kami turun ke kampung, sering kami dengarkan suara-suara masyarakat kampung bahwa mereka tidak dijangkau oleh pemerintah,” tuturnya.
Agar kasus kekerasan terhadap anak tidak terulang, ia mendorong pemerintah gencar mensosialisasikan aturan Undang-undang terkait dengan perlindungan anak. Termasuk, pada kasus-kasus kekerasan terhadap anak jangan diselesaikan secara kekeluargaan. Harus ada proses hukum dan pertanggungjawaban pelaku terhadap perbuatannya.
Kemudian, orang tua tidak melepaskan tanggung jawab mereka kepada sekolah, tetangga atau siapa pun.
“Dari rumah sendiri harus memberikan pelajaran penting kepada anak terkait bagian tubuhnya yang mana yang tidak bisa disentuh orang lain. Termasuk, pentingnya anak diajari bagaimana membela diri,” pungkasnya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Menurut Abisai, Kota Jayapura merupakan daerah yang memiliki keberagaman masyarakat, baik dari sisi suku,…
”Dari 100 satwa itu, kami follow up-nya ada 7 orang utan kami sudah lepasliarkan di…
Gedung Putih meluncurkan stasiun televisi baru bernama "Trump TV". Hal ini setelah beberapa media televisi…
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Anggota Komisi XIII DPR RI Yan P Mandenas, S.Sos, M.Si menyatakan respon cepat yang diambil…
Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian…