Ia juga mengungkapkah bahwa los di dalam pasar Induk Youtefa disalah gunakan oleh oknum tertentu untuk di jadikan tempat Maksiat, Judi, dan perbuatan penyimpangan lainnya. Ia berharap Pemkot Jayapura segera melakukan penertiban terhadap tempat tersebut, karena perbuatan itu dapat meresahkan masyarakat terutama pedagang.
“Kami minta Pemkot tertibkan juga PKL yang ada dalam Pasar, karena ada yang pakai untuk tempat Maksiat, perempuan pelacur, dan judi, coba tolong pemerintah kota itu turun tangan,” ujarnya.
Dengan tertibnya tempat tersebut pedagang pinang, dan pedagang lainnya yang jual di bahu jalan bisa jualan di dalam. Ia juga menginginkan Pasar Youtefa Perlu ditata ulang agar tidak terlihat kumuh dan semerawut, agar pedagang juga memperoleh tempat layak untuk digunakan.
Menurutnya apa yang dilakukan pemerintah tersebut sangat baik, tetapi tolong pemerintah harus lebih memperhatikan pasar dan pedagang yang ada agar tidak terlihat kumuh dan semberawut.
“Kami mau jangan ini saja dibongkar, kami mau bagaimana Pemkot mengambil tindakan, tindaklanjuti bagaimana pasar itu diterbitkan, ditata kembali biar kelihatan rapi,” tegasnya.
Ia juga mengharapkan Pemkot untuk lebih memperhatikan Mama-mama Papua yang duduk jualan di pinggir jalan tanpa ada tempat untuk berteduh disaat hujan ataupun panas.
“Tolong Pemkot, kami sangat mengharapkan untuk tolong memperhatikan kita punya Mama-mama Papua yang duduk dipinggir jalan tanpa ada tempat di bahu-bahu jalan mereka jualan,” mintanya.
Hal yang sama juga disampaikan, Ema (46), mengatakan dirinya sangat mendukung dengan apa yang dilakukan tim gabungan dari Pemkot tersebut. Tetapi Ema sampaikan bahwa yang jualan di tempat tersebut merupakan Janda yang harus berjuang sendiri demi kebutuhan hidup sehari-hari dan anak bersekolah.
“Sebagai rakyat kecil kami mendukung sekali tetap pemerintah juga harus mengingat, orang yang berjualan disini adalah ibu-ibu janda tidak bersuami, dan mereka makan minum dari tempat ini, tempat ini tidak bisa diganggu gugat oleh pemerintah karena ini hak ulaya,” jelas Ema kepada Cenderawasih Pos, Selasa (21/5).
“Para pejabat duduk, makan enak, tanpa memikirkan rakyat kecil-kecil ini,” tambahnya.
Sebagai informasi penertiban juga akan dilakukan oleh Tim gabungan dari Pemkot Jayapura, pada, Rabu (22/5) di pasar Otonom Kotaraja. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…
Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…
Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke kembali memberikan sanksi tegas kepada guru yang kedapatan tidak…