

Plt Kepala Dinas Kesehatan Rudi Aibesa, S.KM, M.Kes didampingi Plt Sekretaris Dinkes Barnabas Kossy, S.KM, M.Kes bersama staf saat memberikan keterangan di kantor Dinkes Jayawijaya Senin (21/9) (foto:Denny/ Cepos)
Melihat Kebijakan Pemerintah Menarik Nakes Non-AOP dari Puskesmas Luar Kota Wamena
Pasca Penembakan 3 ASN dari Dinas Pertanian, pekan lalu, pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengabil kebijakan untuk menarik Nakes non OAP dari Puskesmas yang ada di luar Kota Wamena, namun bagaimana dengan Puskesmas yang ditinggalkan ?
Laporan Denny Tonjauw- Wamena.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya mengambil kebijakan strategis dengan menarik seluruh tenaga kesehatan (nakes) Non-Orang Asli Papua (OAP) yang bertugas di puskesmas wilayah distrik luar Kota Wamena.
Langkah ini diambil seminggu pasca-insiden penembakan yang menimpa tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian di Kampung Muliama, Distrik Muliama. Seluruh nakes Non-OAP tersebut dipindahkan sementara untuk memperkuat pelayanan di tiga puskesmas yang berada di dalam dan pinggiran Kota Wamena, yakni Puskesmas Wamena Kota, Puskesmas Hom-hom, dan Puskesmas Wesaput.
Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Barnabas Kossy, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa para Nakes yang ditarik akan menjalankan tugas di tiga puskesmas kota dengan sistem jadwal bergilir.
“Meskipun fasilitas kesehatan di distrik-distrik luar kota ditinggalkan oleh nakes Non-OAP dan hanya menyisakan petugas OAP, Kami memastikan layanan kesehatan masyarakat tidak ditutup total namun operasional puskesmas luar kota disesuaikan menjadi skema pelayanan terbatas,”ungkapnya di Wamena Senin (21/9)
Skema layanan terbatas ini meliputi waktu dan tenaga yang melaksanakan tugas di Puskesmas yang ada di luar Kota Wamena, sehingga untuk waktunya layanan kesehatan hanya buka setengah hari mulai pukul 08.00 WIT hingga 12.00 WIT. Apabila terdapat pasien dengan indikasi penyakit berat yang tidak dapat ditangani selama jam pelayanan terbatas tersebut, masyarakat akan langsung diarahkan menuju tiga puskesmas rujukan di wilayah Kota Wamena.
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…
Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…
Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…