Categories: FEATURES

Ada Penipuan Berkedok Bantuan Untuk Gereja, hingga Minimnya Guru Agama Buddha

Namun begitu, Tonny mengaku pihaknya juga sudah menugaskan Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura untuk terus mencari saksi korban dan bukti lainnya yang dibutuhkan.

“Kita kesulitan cari saksi korban, karena belum ada tindakan yang sampai merugikan korban,” ujarnya.

Tonny lebih lanjut juga mengungkap adanya praktik penipuan melalui facebook dan media sosial, terkait lembaga-lembaga donor yang menjanjikan bantuan ke gereja-gereja di wilayah Papua. Oleh karena itu, Tonny menghimbau pengurus gereja-gereja di Papua untuk bisa mengedukasi umatnya agar tidak mudah percaya dengan pihak-pihak yang menjanjikan bantuan tersebut.

“Silahkan di cek (kebenarannya) ke Kantor Kemenag terdekat, untuk memastikan, bisa cek juga di Web Site Kemenag, kalau ada bantuan, semua jelas ada tertera di situ,”ungkapnya.

Tonny menyebut ada ciri-ciri penipuan bantuan biasanya ada syarat-syarat tertentu. Seperti janji memberikan bantuan dana, namun untuk memperlancar a pencairan dana, penerima bantuan harus membayar biaya adminitrasi dengan nilai tertentu.

“Kalau sudah minta uang dengan berbagai alasan, itu patut diwaspadai. Yang jelas, kalau lembaga donor hendak memberikan bantuan itu, tidak dipungut biaya dan biasanya bantuan langsung ke rekening,” jelasnya.

Sementara itu, satu hal yang menarik disampaikan oleh Pembimas Buddha, Sarono, SAg yang mengakui bahwa jumlah penganut agama Budha di Papua ini cenderung terus berkurang. Banyak faktor yang mempengaruhi, namun salah satu kendala utamanya adalah minimnya guru agama Buddha di sekolah-sekolah.

Menurut Sarono saat ini guru agama Buddha di Kota Jayapura hanya satu, yakni di SD Bucend II Entrop. Di Kabupaten Biak Numfor ada 2 guru Buddha dan satu lagi di Nabire.
Selebihnya kabupaten lain tidak ada guru agama Buddha, termasuk di Merauke tepatnya di Muting yang ada komunitas Buddha juga tidak ada.

‘Secara statistik jumlah penganut agama Buddha di wilayah Kanwil Kemenag Papua ini memang mengalami penurunan. Terutama dari umat Buddha dari Jawa, namun untuk umat Buddha etnis Tiong Hoa relatif stabil,” ungkap Sarono.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Siapkan Pembangunan 14 Ribu Rumah Rakyat

Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk…

2 days ago

30 Warga Puncak Terlibat Konflik Kwamki Narama Diproses Hukum

AKP Rian menegaskan bahwa puluhan orang yang ditahan setelah terlibat dalam beberapa tindakan kriminal. Dari…

2 days ago

Dugaan Penimbunan BBM, Lima Kendaraan Diamankan

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menjelaskan bahwa saat ini tim terpadu atau Garnisun terus…

2 days ago

BPKAD Siapkan Lima Mobil Dinas Pimpinan OPD

Ia menambahkan, pada awal bulan lalu Pemkot Jayapura juga telah menyalurkan enam unit kendaraan dinas…

2 days ago

“Suamiku dengan Temannya Terdampar di Sebuah Pulau, Katanya Masih Hidup”

Agus Salim dan Sa’di berangkat dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Hamadi menggunakan satu unit perahu…

2 days ago

DKP Berharap Pembangunan Pelabuhan Perikanan Besar

Kepala DKP Papua Iman Djuniawal, mengatakan selama ini sebagian besar hasil tangkapan ikan di Wilayah…

2 days ago