Categories: FEATURES

Pasien Bisa Diajak Ngobrol Karena Dalam Kondisi Sadar

Untuk Pertama Kalinya Operasi Awake Craniotomy Dilakukan di Tanah Papua

Laporan : Elfira-Jayapura

Sebuah catatan sejarah dalam dunia medis dilakukan tim dokter di RSUD Jayapura. Untuk pertama kalinya, dokter-dokter Papua di RSUD Jayapura ini menggelar operasi bedah saraf otak (Awake craniotomy). Yang membedakan dengan operasi lainnya ada jika pada umumnya pasien saat dioperasi dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh obat bius namun Awake craniotomy ini kondisi pasien dalam keadaan sadar. Bahkan bisa diajak komunikasi.

Operasi yang dilakukan di ruang operasi Oka 4 itu, dilaksanakan oleh dr.Albinus Y Cobis,Sp.An-TI, M.Kes, dr.Tommy J Numberi,Sp.BS, FINPS dan tim di RSUD Jayapura, Jumat (17/1). Kata dr Albinus, di kota-kota besar, seperti Bandung, Jakarta dan daerah lainnya. Metode awake craniotomy sudah biasa dilakukan, namun untuk di tanah Papua, ini kali pertama kalinya dan dilakukan oleh dokter-dokter Papua yang ada di rumah sakit milik pemerintah itu.

Dokter asal Serui ini menerangkan, teknik Awake craniotomy dipilih untuk operasi saraf otak yang melibatkan area-area penting seperti pusat berbicara dan pengecapan. Metode ini memungkinkan tim medis berkoordinasi langsung dengan pasien selama operasi berlangsung.

“Selama operasi, kami dapat berinteraksi dengan pasien untuk memastikan fungsi-fungsi penting otaknya tetap terjaga. Misalnya, kami bertanya apakah pasien merasakan lidah tebal atau gangguan lainnya,” kata Albinus, saat ditemui Cenderawasih di RSUD Jayapura, Senin (20/1).

Dibandingkan metode konvensional, Awake craniotomy memiliki sejumlah keunggulan seperti pemulihan yang lebih cepat, rasa sakit pasca operasi lebih ringan dan tanpa efek samping mual dan muntah. Lanjutnya, meski memiliki banyak manfaat, metode ini juga memerlukan persiapan yang matang. Mulai dari koordinasi tim, persiapan pra operasi hingga komunikasi selama operasi menjadi kunci keberhasilan.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

4 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

12 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

13 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

15 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

16 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

17 hours ago