Categories: FEATURES

Melihat Aksi Solidaritas Masyarakat Kota Jayapura Dalam Musibah Gempa di NTT

Wali Kota Sampaikan Keprihatinan, IKF Galang Dana Masyarakat di Jalanan

​Duka mendalam akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu, memicu gelombang solidaritas dari berbagai penjuru tanah air, tak terkecuali di Jayapura, Papua.

Laporan: Jimianus Karlodi_Jayapura

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 06.58 WIT, pekan kemarin tidak hanya mengagetkan warga di daerah setempat. Namun juga mengundang kesedihan bagi warga di daerah lain, terutama warga NTT yang merantau, termasuk di Jayapura.

   Tak heran musibah ini pun langsung menjadi keprihatinan masyarakat di Kota Jayapura. Bahkan, Wali Kota Abisai Rollo dalam kesempatan penutupan Jayapura Fair 2026 di Kota Jayapura  mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mengheningkan cipta selama lima menit.

   Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Abisai mengajak seluruh hadirin sejenak menghentikan aktivitas untuk merenungkan jasa para pahlawan serta mendoakan saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana, terutama di NTT yang dilanda Gempa Bumi.

  “Bencana, musibah dan segala sesuatu yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan. Karena itu, kita perlu memberikan kekuatan melalui doa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Abisai pada penutupan Jayapura Fair Di PTC Entrop, Senin (17/8).

Masyarakat dan Ikatan Keluarga Flobamora Kota Jayapura saat menggelar aksi penggalangan dana di lingkaran Abepura, Rabu (19/8). (foto:Jimi/Cepos)

   Ia menyampaikan keprihatinan mendalam kepada keluarga dan masyarakat NTT yang terdampak gempa. Abisai berharap mereka yang selamat diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara masyarakat yang menjadi korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

  Sementara itu menyikapi musibah gempa bumi ini, masyarakat dan Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) di Papua bersatu padu menggelar aksi penggalangan dana di sejumlah titik strategis di Kota Jayapura.

   Aksi kemanusiaan bertajuk “Pray for Flores” ini merupakan bentuk kepedulian nyata warga perantauan asal NTT di Bumi Cenderawasih untuk meringankan beban saudara-saudara mereka yang terdampak bencana. Semangat kebersamaan yang kuat ini menjadi pendorong utama bagi mereka untuk turun ke jalan dan mengajak warga Jayapura berdonasi.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Motif Pembunuhan  Anak Kandung Diduga Persoalan Internal Keluarga

Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…

11 hours ago

Ada 4 Laporan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim

​Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…

11 hours ago

Angka Kemiskinan Naik 12,03 Persen, Bapperida Dorong Penguatan Data

- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…

12 hours ago

Disorot DPRP, Gubernur Diminta Jelaskan Sisa Dana Cadangan

–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…

12 hours ago

Salah Gunakan Izin Tinggal, Dua Warga Cina Dideportasi

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…

13 hours ago

​Bukti Medis Diklaim Luka Tembak Peluru Karet

BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…

13 hours ago