Categories: FEATURES

Utamakan Kelompok Rentan, Berikan Trauma Healing Bagi Anak-anak

“Dalam menangani pengungsian ini, kami terus melakukan sinergi logistik dan layanan kesehatan, serta trauma healing jadi prioritas dalam beberapa hari terakhir. Sebab menangani pengungsi bukan sekadar memberikan tempat bernaung saja, tapi juga harus bisa menjamin apa yang diperlukan sebelum meninggalkan tempat pengungsian,” ungkapnya di Wamena, Senin (18/5).

Sadar akan kebutuhan dasar yang mendesak, Polres Jayawijaya menggandeng Pemerintah Daerah, dalam hal ini Pemprov Papua Pegunungan, untuk mendirikan dapur umum. Sebab ratusan porsi makanan siap saji, air bersih, selimut, kasur dan perlengkapan bayi disalurkan secara berkala.

Dari konflik sosial ini, dampak yang paling tidak terlihat, namun berbahaya adalah luka psikologis atau trauma akibat dari konflik sosial antara dua kelompok masa ini. Untuk itu, layanan kesehatan dan Trauma Healing juga terus dilakukan.

Tim kesehatan dari klinik Polres Jayawijaya diturunkan langsung ke Posko untuk memeriksa kesehatan fisik pengungsi yang mulai terserang penyakit akibat cuaca dingin. Di samping itu, Polwan Polres Jayawijaya menggelar sesi trauma healing interaktif bagi anak-anak korban konflik lewat permainan, cerita, dan pembagian camilan, guna mengembalikan senyum mereka yang sempat hilang akibat trauma suara bentrokan.

“Kami menyadari bahwa penanganan pengungsi hanyalah solusi jangka pendek. Akar masalah dari konflik sosial ini harus segera diselesaikan agar warga bisa kembali ke kampung halaman mereka dengan rasa aman,” bebernya.

Banyaknya pengungsi yang ada di Polres Jayawijaya membuat Pemprov Papua Pegunungan langsung mengambil langkah untuk memberikan bantuan sebesar Rp 1 Miliar. Bantuan ini diberikan Gubernur Jhon Tabo usai melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak konflik sekaligus memastikan penanganan pengungsi berjalan dengan baik.

“Saya datang pagi ini sekaligus melihat para pengungsi yang ditampung oleh bapak Kapolres dan teman-teman LO/Penghubung Polda di Polres ini. Saya sudah bertemu kurang lebih 918 pengungsi yang berada di sini. Ada juga pengungsi di Gereja Katolik sekitar 50 orang dan di Kodim sekitar 103 orang,” ujar John Tabo.

Pemerintah Daerah saat ini memprioritaskan penanganan trauma para pengungsi akibat konflik yang terjadi beberapa hari terakhir. Apabila situasi keamanan kembali kondusif dalam satu hingga dua hari ke depan, maka para pengungsi akan segera dipulangkan ke daerah masing-masing. Karena ini sifatnya traumatik, maka harus segera menangani mereka.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Tak Perlu Lagi Ke Luar Daerah, RSUD Abepura Punya Alat Canggih Tangani Pneumoia

​Pneumonia atau yang kerap dikenal masyarakat awam sebagai paru-paru basah masih menjadi "pembunuh" nomor satu…

3 hours ago

Terima Paket Ganja dari Jayapura, Seorang IRT Ditangkap

Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berinisial EM alias L ditangkap…

4 hours ago

Dikira Mata-mata, Seorang Pemuda Dibacok di Leher

Pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas aksi…

4 hours ago

Disorda Libatkan Pihak Ketiga Kelola Eks Venue PON

Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) menyiapkan skema kerja sama dengan pihak…

5 hours ago

Pelaku Penembakan Bripda Jhon Diduga Kelompok Ternus Enumbi

–Anggota personel Polsek Ilu, Polres Puncak Jaya, Bripda Jhon Galu Situmorang, mengalami luka tembak setelah…

5 hours ago

Bubarkan Masa di Jalan Bhayangkara Atas, Aparat Diserang

ksi penyerangan terhadap patroli besar dari Polres Jayawijaya sekaligus melakukan perusakan dan pembakaran terhadap beberapa…

6 hours ago