Categories: FEATURES

Awalnya Takut Sama  Ular dan Kodok, Kini  Sudah Dijalani Kurang Lebih 10 Tahun

Eka Partini, Salah Satu Pengumpul Katak dan Reptil  di Merauke

Eka Partini, merupakan salah satu   diantrara 3 pengusaha atau pengumpul katak dan reptile  di Merauke yang mendapatkan  izin dari Konsenversi Sumber Daya Alam (KSDA) yang mendapatkan izin untuk dapat mengirimkan keluar Papua. 

Laporan Yulius Sulo., Merauke.

Setelah sebelumnya janjian, melalui  seorang anak buahnya, media ini  berhasil menyambangi rumah dari Eka Partini sekaligus tempat  usaha menampung  katak dan reptile tersebut di Jalan Dirgantara, Spadem, Kelurahan  Muli  Merauke, Sabtu (17/5).

    Media ini disambut  Heri dengan rama, orang lapangan dari Eka Partini dengan ramah. ‘’Ibu ada lagi keluar tapi sedikit lagi  balik,’’ kata Heri sambil mempersilakan media masuk  lewat samping rumah tersebut yang terhubung langsung sampai bagian belakang dimana  kata dan Reptil tersebut ditampung.

‘’Kalau kataknya, sudah dikirim kemarin, tapi masih ada beberapa ekor tersisa di belakang,’’ kata Heri  menjelaskan. Bersamaan dengan itu juga datang seorang petugas dari KSDA Papua Merauke untuk memeriksa sejumlah kura-kura yang baru datang dibawa ditempat tersebut.

Tak lama kemudian, Eka Partini, pemilik dari usaha tersebut muncul. Menurut  Eka Partini, katak dan reptile yang ditampung tersebut semuanya telah mendapatkan izin dari KSDA, mulai dari katak, berbagai jenis ular seperti ular kaki empat, biawak, kura-kura dan berbagai reptile lainnya.   

Heri, salah satu karyawan dari Eka Partini menunjukan seekor kura-kura, salah satu reptile yang  dikirim ke Jakarta     (Foto:Sulo/Cepos)

‘’Yang kita tamping itu, katak dan reptil  yang tidak masuk dalam konservasi. Karena sebelum kita packing untuk pengiriman, dari  KSDA dan Karantina datang melakukan pemeriksaan, memastikan bahwa katak dan reptil yang kita tampung dan akan kirim itu bukan yang dilindungi,’’ katanya.

Eka juga menyebut bahwa katak dan reptile yang dikirim terutama ke Jakarta tersebut mendapat kuota dari KSDA. Misalnya, untuk katak pesek, setiap tahunnya mendapatkan kuota antara 5.000-10.000 ekor pertahunnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

14 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

15 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

16 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

17 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

18 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

19 hours ago