Ia menyampaikan kelemahan di BPTH itu adalah tidak bisa monitoring, dikarenakan kurangnya dana untuk mengecek kembali bibit-bibit pohon yang telah diberikan kepada masyarakat atau komunitas.
“Kami taunya hanya produksi-produksi, tapi kalau pengecekan kembali itu tidak bisa melaksanakan,” ungkapnya.
Namun, Samuel yakin dan percaya dari sekian banyak bibitan yang dibagi ke masyarakat itu pasti sebagiannya hidup. Terbukti, sudah banyak orang yang telah melaporkan ke dirinya bahwa bibit yang dibagi itu ternyata hidup walaupun tidak semua.
Ia pun mengambil contoh di beberapa wilayah telah berhasil seperti di dalam Kota Jayapura, perumahan Brimob di Koya Koso, dan di beberapa wilayah lainnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Berikut adalah analisis mengenai prediksi harga BBM dan energi dunia: Setelah pasar dibuka kembali pasca-serangan…
5 Maret 2026 kemarin, tepat 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Supiori, sejumlah terobosan…
"Kehadiran KRI ini merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perairan…
Secara tak terduga seribuan masyarakat itu berbondong-bondong mendatangi Hotel Afista di Keppi, tempat gubernur dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH membenarkan adanya 42 botol Miras…
Kunjungan yang dialkukan Alberth Merauje ke sekolah ini, bukan sekedar meninjau kondisi infrastruktur dari sekolah…