Ia menyampaikan kelemahan di BPTH itu adalah tidak bisa monitoring, dikarenakan kurangnya dana untuk mengecek kembali bibit-bibit pohon yang telah diberikan kepada masyarakat atau komunitas.
“Kami taunya hanya produksi-produksi, tapi kalau pengecekan kembali itu tidak bisa melaksanakan,” ungkapnya.
Namun, Samuel yakin dan percaya dari sekian banyak bibitan yang dibagi ke masyarakat itu pasti sebagiannya hidup. Terbukti, sudah banyak orang yang telah melaporkan ke dirinya bahwa bibit yang dibagi itu ternyata hidup walaupun tidak semua.
Ia pun mengambil contoh di beberapa wilayah telah berhasil seperti di dalam Kota Jayapura, perumahan Brimob di Koya Koso, dan di beberapa wilayah lainnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan seluruh bantuan yang ditujukan bagi masyarakat terdampak kebakaran…
Bergabungnya SAGA tentu menjadi warna baru bagi Persipura. Sebagai perusahaan ritel terbesar di Papua membuat…
Yuli mengatakan, kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena lokasi yang sama kembali dilanda musibah…
Pelayanan khusus tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung musibah…
Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…
Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…