Ia menyampaikan kelemahan di BPTH itu adalah tidak bisa monitoring, dikarenakan kurangnya dana untuk mengecek kembali bibit-bibit pohon yang telah diberikan kepada masyarakat atau komunitas.
“Kami taunya hanya produksi-produksi, tapi kalau pengecekan kembali itu tidak bisa melaksanakan,” ungkapnya.
Namun, Samuel yakin dan percaya dari sekian banyak bibitan yang dibagi ke masyarakat itu pasti sebagiannya hidup. Terbukti, sudah banyak orang yang telah melaporkan ke dirinya bahwa bibit yang dibagi itu ternyata hidup walaupun tidak semua.
Ia pun mengambil contoh di beberapa wilayah telah berhasil seperti di dalam Kota Jayapura, perumahan Brimob di Koya Koso, dan di beberapa wilayah lainnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah merespons cepat dampak kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) dengan menerbitkan kebijakan strategis melalui…
Pemerintah Provinsi Papua terus mendorong pengembangan komoditas sagu sebagai pangan lokal unggulan. Potensi hutan sagu…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat bakal melakukan pengujian pangan segar guna mencegah…
Puluhan rumpon milik nelayan yang tersebar di perairan Jayapura hingga Demta, Kabupaten Jayapura, telah dikembalikan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat dengan…
Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jayapura melaksanakan pelepasan jemaah haji…