Categories: FEATURES

Berangkat ke Sekolah dengan Perut Lapar Juga Dilema

Pemerintah perlu mengambil langkah langkah yang bijak dengan mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat Papua dengan mengkaji dengan baik alasan penolakan dan perdebatan. “Saya ingin memberikan sedikit saran, untuk program MBG. Untuk  sekolah dikampung, mungkin  bisa diatur potong dari dana kampung kasih ke sekolah, beli bahan di kampung dr masyarakat, bikin jadwal suruh orang tua murid datang masak untuk anak anaknya,”  jelas Jhon Gobai.

Jadi swakelola ini bisa dilakukan kelompok ke kelompok masyarakat dari gereja. Sekolah sekolah dikampung khususnya SD murid tidak banyak, tetapi kalo ada makan anak anak malas, nanti rajin ke sekolah, sehingga dengan sendirinya angka anak putus sekolah akan berkurang.

Sementara untuk SMP dananya bisa berasal dari kampung – kampung di distrik tersebut dan dana BOS. Makan gratis, sebaiknya bagi sekolah yayasan dananya dikasih melalui yayasan atau sekolah, sekolah inpres atau negeri dapat saja diatur oleh pemerintah daerah langsung ke sekolah dan diawasi pelaksanaannya diawasi oleh Tim Program Makan Bergizi Gratis Pemda.

Sekolah berasrama dan SSH  program MBG dirasa tepat untuk gedung sekolah berasrama atau dikombinasikan dengan adanya asrama atau Sekolah Sepanjang Jari (SSH) Sekolah sepanjang hari atau full day school adalah sistem belajar mengajar yang berlangsung selama satu hari penuh. Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, siswa 2 kali istirahat istirahat pertama mendapatkan snack, istirahat kedua mendapatkan makan siang, Program SSH ini sudah dilakukan di Kabupaten Maybrat oleh UNIPA Manokwari.

John juga bercerita bahwa dulu ada program 1000 doktor untuk tingkat provinsi Papua. Namun program 1.000 HPK dicanangkan sejak tahun 2014 lalu sesaat setelah pelantikan mantan Bupati Tolikara Usman Wanimbo. Sekitar 2.500 anak yang lahir melalui program 1.000 HPK dengan harapan anak yang lahir memiliki gizi yang baik karena sejak si ibu hamil sudah didampingi dan diberikan makanan serta vitamin.

Bahkan setelah melahirkan balita tersebut diberikan makanan hingga berumur dua tahun. Program Sarapan Sehat Anak Sekolah (Sarasehans) adalah program yang diluncurkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Tolikara, Marthen Kogoya, untuk mewujudkan generasi Tolikara yang sehat dan cerdas.

Sementara itu bisa juga makan siang gratis ini justru disiapkan oleh mama mama di Tolikara Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang bijak dengan mempertimbangkan kondisi psikologis masyarakat Papua dengan memulai mengkaji lebih dahulu alasan penolakan dan perdebatan agar Program Makan Bergisi Gratis dapat berjalan sesuai visi Presiden Prabowo.

“Kami mengusulkan agar Program MBG dilaksanakan oleh sekolah masing masing, dan di awasi oleh Pemda Kabupaten, Pemerintah Distrik dan makanannya di masak oleh masyarakat,” saran Jhon Gobay.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pahami Karakteristik, Perlakukan Warga Binaan dengan Humanis namun Tegas

Suasana di lingkungan Lapas Abepura, Kamis (23/4) terlihat lain dari biasannya. Jajaran Lapas Abepura terlihat…

2 days ago

Wamendes Uraikan Program Presiden untuk Masyarakat Kampung

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria menguraikan sejumlah program…

2 days ago

Ditjenpas Papua Nyatakan Perang Lawan Halinar

Untuk itu, Kepala Kakanwil Dijenpas Papua, Herman Mulawarman, menyatakan perang terhadap barang terlarang dan pungutan…

2 days ago

Gubernur dan MRP Bahas Sinergi Otsus hingga Usulan Anggaran

Ketua MRP Nerlince Wamuar menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, DPR Papua (DPRP), dan…

2 days ago

Kedapatan Kepala Dinas Mabuk Dilingkungan Kantor Akan Diberhentikan

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menegaskan larangan keras terhadap aktivitas konsumsi minuman keras (miras) di lingkungan…

2 days ago

Panen Kartu, RD Terpaksa Rotasi Pemain

Kondisi tim lawan dapat dimanfaatkan oleh penggawa Mutiara Hitam untuk misi tiga poin. Persipura wajib…

2 days ago