Categories: FEATURES

Tak Sekedar Ditertibkan, Harus Ada Solusi Penataan dan Pengawasan

   “Di dalam sepi sekali, dulu kita jualannya didalam tetapi karena tidak direnovasi oleh pemerintah katanya mau bikinkan ini, dulu dari pasar lama Youtefa suruh pindah kesini, pindah ke belakang, karena di belakang sepi, jalannya jelek, rusak dan becek apa lagi kalu Hujan,” lanjut Reni.

  Ia mengaku sudah sejak lama dirinya jualan didalam pasar hampr 10 tahun termasuk di pasar Youtefa dan Otonom, sementara itu Ia jual dipingir jalan masuk pasar Otonom baru dua tahun lebih sejak 2022 lalu.

  Kemudian Reni menjelaskan kenapa Ia memilih jualan diluar pasar ketimbang didalam pasar yakni, pembeli di bagian dalam pasar sepih, terus jam operasional pasar tidak menentukan, dan Jalan didalam pasar rusak dan becek tidak diaspal.

  Ia kemudian kembali menekankan didalam pasar tersebut sepih tidak ada pembeli, terus kata Reni pembagian petak atau kios tidak beraturan.

“Kemudian pembagian tempat jualan tidak jelas, kita yang orang lama yang dulu punya tempat dan nomor tempat sekarang tidak ada tempat, makin tidak jelas,” lanjut Reni.

   Ia pun mengaku semua pedagang merasah bersalah karena jual di pingir jalan, buat penguna jalan tidak nyaman karena macet, tetapi kata Reni pemerintah juga harus mengaku dan merasah bersalah juga.

   “Mau dibilang salah memang kita salah tetapi pemerintah juga haru merasa bersalah, jadi serbah salah kita,” ungkapnya.

  “Pedagang yang masi berada didalam pasar tersebut ingin keluar dan jual diluar tetapi tidak ada tenagah untuk memindagkan barang, ” lanjutnya.

   Lebih lanjut Ia menyampaikan pedagang yang masih ada didalam pasar tersebut merupakan pedagang yang berasal dari kota Jayapura saja, sementara itu pedagang yang berasal dari daerah lain seperti Arso, dan Koya jualannya berada diluar pasar.

   Diketahui Reni merupakan pedagang yang menjual berbagai bahan komuditas seperti Bawang merah/putih, sayur-sayuran, buah-buahan dan masih banyak lainnya.

Ia menjelaskan kalau harga barang dagangannya tersebut masih terpantau normal dan pendapatannya selama jelang lebaran alami peningkatan dikarenakan permintaan masyarakat bertambah. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Temukan Delapan Tanaman Ganja di Belakang Pemukiman Warga

Penemuan tersebut berlokasi di antara jalan Swakarsa dan Kampung Yuwanain, Kabupaten Keerom. Dari hasil penyelidikan…

13 hours ago

Harga Cabai Rawit Stabil Rp 120 Ribu/Kg, Tomat Naik 20 Ribu/Kg

Salah satu pedagang komoditas pertanian sekaligus pemilik kios sembako, Sumarni, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi…

14 hours ago

TNI dan OPM Saling Berbalas Pantun

Dari pihak TNI menyatakan upaya penyerangan yang dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika…

15 hours ago

Implementasi Otsus Masih Jauh dari Harapan Masyarakat

Sejumlah pihak menyebut kondisi ini terjadi karena adanya dinamika perubahan sosial, politik, ekonomi, dan tata…

16 hours ago

3.538 KK Terima Bantuan Sosial Tahap I

Ia berharap penyaluran bantuan dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat yang berhak menerima. Data penerima…

17 hours ago

Realisasi Janji Kampanye, 210 Ondoafi Segera Terima Honor

Menurutnya, kegiatan tersebut masih dalam tahap persiapan oleh panitia. Selain ibadah syukur, rencananya juga akan…

18 hours ago