

Sejumlah anak terlihat sedang memanjat tiang di depan Taparo pada upacara adat Karapao yang digelar Sabtu (12/7)
Mengenal Patung Mbitoro dan Upacara Adat Karapao yang Terdaftar Sebagai Kekayaan Intelektual Komunal
Dua warisan budaya dari Suku Kamoro, yakni ukiran patung Mbitoro dan Upacara Adat Karapao resmi terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal di Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia. Apa saja cerita menarik dibalik ukiran dan upacara adat ini.
Laporan: Wahyu Welerubun_Timika
Mbitoro adalah patung buatan suku Kamoro yang dibuat dari batang dan akar pohon bakau merupakan tradisi yang mirip dengan tiang Bisj milik Suku Asmat. Ukirannya berbentuk makhluk hidup terutama manusia.
Patung ini dianggap sebagai spesimen paling spektakuler dari seni orang Kamoro dan masyarakat setempat menganggap patung ini sebagai induk dasar dari semua jenis ukiran yang mereka buat. Patung mbitoro dibuat dari batang dan akar pohon bakau yang diambil secara utuh.
Mbitoro adalah ekspresi budaya berupa seni ukiran patung yang merupakan bagian dari tradisi suku Kamoro di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Patung-patung ini memiliki makna penting sebagai rumah bagi leluhur dan simbol kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Suku Kamoro. Mbitoro juga digunakan dalam berbagai upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan permohonan perlindungan leluhur.
Jadi setelah ditebang dan dahan-dahannya tanggalkan begitu juga dengan akar-akarnya. Namun akar paling besar atau paling kuat itulah yang disisakan untuk diukir. Nantinya batang pohon ini akan dilubangi kemudian dipahat. Biasa bentuknya menyerupai karakter manusia dan semua hasil pahatan dari kayu ini akan dipajang di depan karapao atau rumah adat dengan posisi terbalik.
Pada umumnya patung ini memiliki tinggi sekitar satu meter dengan diameter mencapai satu meter. Patung ini berdiri tegak di depan rumah adat yang dihiasi dengan berbagai ornamen yang melambangkan kolaborasi kehidupan, alam dan makhluk hidup lainnya. Menarinya untuk pemancangan patung ini tidak bisa dilakukan disembarang waktu karena harus lebih dulu dilakukan ritual.
Biasanya dilakukan ketika ada seseorang yang sedang dalam proses menuju remaja (tauri). Patung itu kemudian diisi dengan roh para leluhur mereka. Setiap patung mbitoro menjadi rumah bagi para leluhurnya. Bagi masyarakat Kamoro, Patung Mbitoro sangat penting dalam setiap upacara adat karena melambangkan tetua yang diharapkan akan memberikan bantuan dan perlindungannya.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan kelapa,…
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja…
‘’Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Gapoktan tersebut lebih bisa dipertanggung jawabkan ketimbang Pertamini. Pertamini ini…
Penyerahan tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Merauke untuk proses selanjutnya, setelah berita acara…
Bambang Setiaji mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan PDAM untuk Kawasan Tanah Miring dan Semangga Merauke tersebut…
Aksi demo damai besar-besaran ini, lanjut Aloysius Dumatubun terkait dengan proses hukum terhadap pengurus Gapoktan…