Categories: FEATURES

Tempuh Jarak 46 Km, Rogoh Kocek Pribadi Demi Anak-anak Fasih Bahasa Inggris

  Namun mengulik lebih jauh, Skouw Future yang didirikan perempuan asli Skouw ini dengan tujuan suatu saat nanti, muncul bibit-bibit unggul dari tapal batas yang menjadi orang sukses atau mewakili Provinsi Papua, bahkan Indonesia untuk tampil di luar negeri seperti yang pernah ia rasakan. Sebagaimana Skouw Future sendiri memiliki arti masa depan Skouw.

   “Didirikannya Skouw Future termotiviasi dari diri sendiri, sebab dulu saya ingin belajar bahasa inggris namun tak tahu siapa orang yang mau mengajar saya. Apalagi jarak Skouw yang jauh dari kota,” ucapnya.

  Hingga suatu saat, Agnes mendapatkan beasiswa belajar bahasa inggris di Sagu Foundution selama 2 tahun. Ia juga pernah mengikuti program pertukaran pemuda antara negara ke Asean dan Australia.

   Rupanya, ide mendirikan Skouw Future muncul dibenaknya ketika berada di negeri orang. Dengan harapan suatu saat nanti, ada anak-anak Skouw  yang melebihi dirinya.

  “Namun lebih dari itu, saya ingin merubah mindset anak-anak Skouw bahwa setelah lulus SMA bukan memilih kembali di kampung lalu menikah. Mereka bisa melanjutkan pendidikannya, berorganisasi di luar Skouw dan bahkan bisa belajar di luar negeri,” tuturnya.

   Awal mendirikan rumah belajar, ada beberapa keraguan dibenak Agnes. Terlebih mereka belajarnya di luar ruangan dan tak punya tempat tetap, namun ketika melihat senyum di wajah anak-anak yang penuh semangat. Disitulah, ia punya komitmen untuk tetap menjalankan rumah belajar ini.

   “Bahkan, ada dua anak didik kami yang saat ini menempuh pendidikan di Jakarta. Dan mereka merasa terbantukan  dengan bahasa inggris yang telah saya ajarkan,” ucapnya.

   Tak hanya belajar bahasa inggris gratis yang diberikan, Agnes dan teman-temannya bahkan rela merogoh kocek pribadi membeli alat tulis untuk kebutuhan anak-anak. Dan setiap belajar, ada snack yang diberikan kepada anak-anak dengan tujuan agar semangat belajar.

   “Semoga apa yang kita berikan hari ini tidak sia-sia, dan semoga suatu saat, ketika saya sudah tua. Saya bisa melihat ada anak-anak Skouw mewakili provinsi atau negara untuk mengikuti perlombaan di luar negeri,” harapnya. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…

1 day ago

Butuh Tiga Tahun Lebih, Ribuan Artefak dan Rekaman Budaya Papua Akhirnya “Pulang”

   Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…

2 days ago

Hentikan dulu Program MBG di Papua

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…

2 days ago

Tolak Eksekusi Lahan, Warga Blokade Ruas Jalan Cenderawasih Mimika

Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…

2 days ago

Bukan Berasal dari Menu Makanan, Melainkan Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…

2 days ago

Pemprov Papua Selatan dan Kementrans Bahas Penyelesaian Masalah Tanah

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…

2 days ago