Categories: FEATURES

Persaudaraan Lahir Batin, Buka Tirai Hati Nurani Dimana “Sang Mutiara Bertahta”

Menurutnya, tradisi syuran ini, merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Ketika ia mendapat amanah sebagai Raja Mataram pada tahun 1613/1645 Masehi, Sultan Agung mengembangkan kegiatan “syuran” sebagai media untuk mempersatukan berbagai kelompok masyarakat.

Dimulai dari kegiatan musyawarah bersama untuk melakukan kegiatan bersama, seperti sedekah bumi, perayaan, hajatan dan lain-lainnya agar masyarakat bisa guyub rukun untuk meraih kehidupan bersama yang lebih baik dan membahagiakan.

Oleh karena itu, PSHT terus berupaya untuk menjaga dan melestarikan tradisi “syuran” tersebut dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. “Acara wisuda warga baru di bulan “syura” seperti yang kita lakukan malam ini, merupakan bagian untuk menjaga dan melestarikan tradisi “syuran” tersebut.” Ucapnya.

Selain itu, kini sudah makin banyak cabang PSHT yang mengisi kegiatan “syuran” dengan menanam pohon, menebar benih ikan di perairan umum. donor darah, bakti sosial, membersihkan tempat-tempat yang kumuh, memberikan santunan kepada yatim-piatu dan lain sebagainya.

“Kegiatan-kegiatan itu merupakan wujud keterlibatan kita dalam memayu hayuning bawana”. Kegiatan yang menyenangkan masyarakat dan membanggakan keluarga.” ujar Mas Suprat

Ia juga menyebut perjuangan pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang telah diakui oleh Negara sebagai “pahlawan perintis kemerdekaan Bangsa Indonesia”.

“Beliau mengajarkan Pencak Silat kepada para muridnya untuk ikut bejuang melawan ketidak-adilan yang dilakukan oleh para penjajah. Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 20 Oktober 1928 merupakan “tütik api perjuangan” yang mempersatukan kekuatan bangsa dalan mewujudkan “Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.”bebernya.

Dengan dasar “sumpah pemuda itulah, Ki Hadjar Hardjo Oetomo mengembangkan Persaudaraan Setia Hati Terate, agar para pengikut ajarannya dapat ikut menjaga keutuhan dan persatuan Bangsa Indonesia, dalam mewujudkan cita-cita para pejuang “Kemerdekaan Indonesia” yaitu menjadi Bangsa yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.

“Dalam pengesahan ini sebagai warga PSHT, kita melakukan ‘sumpah bersama mentaati aturan-aturan, mentaati wasiat PSHT, maupun menyatakan kesanggupan kita memelihara persaudaraan lahir batin. Jangan sampai kita hancur-lebur karena melanggar “sumpah bersama” yang telah kita ikrarkan pada saat disahkan menjadi warga PSHT.”ujarnya mengingatkan

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Terduga Maling Ayam di Tabanan Tewas Dimassa Viral di Medsos

Amuk massa yang tak terkendali tidak hanya membuat KD meninggal dunia di lokasi kejadian akibat…

9 hours ago

Berawal dari Melihat Ortu Siswa Habiskan Waktu dengan Ngobrol

Perjalanan itu dimulai sekitar akhir 2015 hingga awal 2016. Saat itu, Mamik yang masih berprofesi…

10 hours ago

AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran, Stok Amunisi Dilaporkan Sudah Menipis

Jeda operasi militer ini muncul ketika perang yang semula diperkirakan hanya berlangsung beberapa pekan justru…

11 hours ago

Resmi! Menpan RB Restui 9 Instansi Buka Rekrutmen CPNS 2026 via Sekolah Kedinasan

Regulasi ini mencabut Peraturan Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 yang dinilai sudah tidak sesuai…

12 hours ago

Uncen Siap Bisnis Percetakan dan Rumah Singgah

  Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Umum Uncen, Ferdinand Risamasu, menyampaikan bahwa keberadaan unit…

12 hours ago

Pengelolaan Aset di DPRP Berpotensi Jadi Temuan

Hanya saja untuk mendapatkan data terkait ini pihak sekretariat nampaknya masih sulit memberikan penjelasan. Meski…

13 hours ago