

LEGEND- Mesin percetakan yang ada di Kantor Percetakan GKI di Tanah Papua yang berada di samping Pomdam XVII/ Cenderawasih, Paldam Jayapura saat difoto, Jumat (9/5). Gedung dan peralatan ini telah beroperasi sekitar tahun 1956 untuk melayani kebutuhan percetakan GKI. (Priyadi/Cepos)
Menyambangi Gedung Percetakan GKI di Tanah Papua yang Beroperasi Sebelum Pepera
Percetakan GKI di Tanah Papua berdiri sudah puluhan tahun sejak berdirinya GKI. Dulunya menempati samping gedung kesenian di Jl Koti namun kini menempati gedung di Paldam. Bagaimana kondisinya saat ini?
Laporan: Priyadi-Jayapura
Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Tanah Papua telah mendirikan Yayasan Percetakan GKI, yang merupakan percetakan pertama di Papua dan masih eksis hingga saat ini. Bayangkan saja sejak tahun 1959 mesin percetakan ini sudah bunyi dan beroperasi. Kondisi Papua maupun Jayapura ketika itu masih sangat jauh dari teknologi seperti saat ini.
Meskipun bangunan dan peralatan percetakan telah berusia puluhan tahun dan banyak yang tidak dapat digunakan lagi, yayasan ini tetap berkomitmen untuk menjalankan misinya.
Pada hari Jumat (9/5) lalu, Wartawan Cenderawasih Pos mengunjungi Percetakan GKI yang terletak di samping Pomdam XVII/Cenderawasih, Paldam Jayapura. Kondisi bangunan percetakan terlihat sudah tidak layak. Membutuhkan renovasi karena cat tembok yang mengelupas dan kusam serta keramik yang memiliki warna tak menarik.
Begitu juga dengan plafon yang berlubang dan tempat penyimpanan mesin percetakan yang tidak terawat. Dari 7 mesin percetakan yang ada, hanya 3 yang masih bisa digunakan, sementara yang lainnya sudah rusak dan tidak berfungsi. Hanya saja meski banyak yang usang namun mesin ini masih ada yang beroperasi meski dengan jumlah cetakan terbatas.
Dan kunjungan kedua pada Rabu (14/5) kemarin akhirnya berhasil menemui salah satu pimpinan BP Sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt Gustav Melkias Wutoy, M.Th di Kantor Sekretariat BP Sinode GKI di Kotaraja Dalam.
Pdt Gustav Melkias Wutoy, M.Th, mengaku, keberadaan Percetakan GKI sampai saat ini masih eksis walaupun di tengah peralatan mesin percetakan sudah banyak rusak. Selain itu karyawan yang kerja juga berkurang termasuk fasilitas bangunan juga sudah banyak yang rusak sehingga membutuhkan butuh perbaikan dan renovasi total.
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…