Categories: FEATURES

Fasilitas Cukup Lengkap, Jadi Tempat Belajar Masak hingga Diikutkan Lomba Dapur

   Sambil jalan setelah inspeksi mendadak (Sidak) itu, Kalapas Kelas IIA Abepura, Badarudin mengatakan bahwa soal dapur memang menjadi sesuatu yang sangat penting bagi geliat Lapas setiap hari. Sebab, para napi juga butuh asupan untuk tenaga beraktivitas setiap hari.

   Karena jumlah napinya mencapai 831 orang, maka dapur ini setiap hari akan menyiapkan 2.493 porsi. Untuk tiga kali makan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, setiap hari butuh puluhan kilogram beras. Cara menanaknya juga agak beda. Bukan di tungku melainkan mengunakan gas untuk masak nasi.

  Beras-beras itu ditempatkan dalam tray hingga menjadi nasi yang siap disajikan. Jadi, setiap hari menunya bervariasi, harus ada buah seperti pisang, semangka dan lainnya. Kemudian untuk menu makanan juga bervariasi ada daging, ikan segar dan ikan asin. Kemudian untuk pekerjanya berasal dari penghuni Lapas yang telah dijadwalkan.

   Sementara itu, Bimas Islam Lapas Kelas II Abepura, Yusran menyebutkan bahwa setiap harinya di Lapas Abepura membutuhkan sebanyak 26 orang narapidana yang bertugas khusus untuk masak nasi. Dari jumlah tersebut dibagi  menjadi tiga shif, yaitu shif Pagi, Siang dan Malam.

   “Tidak ada kualifikasi khusus bagi warga binaan yang membantu memasak di dapur. Pihak Lapas hanya memilah dari segi kasus pidananya,” jelas Yusran Kepada Cenderawasih Pos.

   Secara terpisah, Kalapas Badarudin menyampaikan bahwa secara umum lapas itu harus layak huni sesuai dengan motto Lapas, yakni BERIMAN yang artinya Bersih Indah dan Aman.

  “Kalau bersih itukan indah, kalau indah itukan nyaman, membawa suasana yang baik dalam arti ini secara psikologis akan berdampak terhadap pikiran yang tidak aneh-aneh,” ungkapnya.

   Sementara itu, kata Kalapas, khusus untuk dapur diperlukan kebersihan setiap hari mengingat tempat tersebut merupakan salah satu tempat vital yang perlu steril baik dari segi pengolahan, gizi, dan bersih. Karena kalau bersih, kata Bahrudin, maka otomatis hasil olahannya itu layak di konsumsi.

   Tetapi kalau tempat masakannya kumuh, kotor dan sebagainya, dapat menimbulkan wabah sakit bagi para tahanan. Karena itu, kata Kalapas, untuk kesehatan sangatlah penting dan menjadi yang diutamakan.

  “Karena kita menjamin hak dasar mereka, hak untuk hidup, untuk mendapatkan kelayakan baik bagi kesehatan, makanya dapur itu harus bersih. Sesudah masak itu wajib hukumnya kebersihan,” terang kalapas. “Mereka sudah terlatih, terorganisir ada kepala dapurnya, ada gudang dapurnya,” tandasnya.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pelarangan Film Pesta Babi Picu Kritik

Pelarangan pemutaran film Pesta Babi di sejumlah daerah dan lingkungan kampus menuai kritik dari kalangan…

6 hours ago

Bukan Sekadar Paras, Miss Bintang Indonesia 2026 Cari “Srikandi” Sosial dari Timur

Timika dipilih menjadi tuan rumah, menggeser dominasi ibu kota provinsi berkat kelengkapan fasilitas publiknya. Ajang…

7 hours ago

DASS: Kebijakan Pemangkasan Dana Kampung Perlu Ditinjau

ndoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu yang juga Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS), Orgenes Kaway…

8 hours ago

Jadi Sumber PAD Baru Diskominfo Kembangkan Layanan Video Tron Untuk Umum

Plt Kepala Dinas Kominfo Jayawijaya Imanuel Medlama, S.STP, M.Si menyatakan pemanfaatan hak tayang layanan Informasi…

9 hours ago

Satu Dalam Enam, Strategi Kolektif Lepaskan Papua dari Belenggu 3T

Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci agar kabupaten yang lebih maju dapat menopang daerah yang masih…

10 hours ago

Pungutan Retribusi Sampah Dimulai dari ASN Pemkab Jayawijaya

Pungutan terhadap tarif sampah yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Jayawijaya sebesar Rp 30.000 per bulan,…

11 hours ago