Categories: FEATURES

Butuh 1 Jam Menapaki Jalan Berlumpur, Warga Tagih Janji Pemkot Bangun Jalan

  Abner Rehwi, Wakil Ketua Bamuskam, Kampung Mosso, berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan rusak menuju tempat wisata air panas. Namun hingga kini, keluhan Abner dan warga lainnya tak juga digubris pemerintah. “Kita minta dinas terkait bisa perhatikan Kampung Mosso terutama tempat wisatanya,” ujarnya.

   “Sempat ada penyampaian dari Dinas PU Kota akan memperbaiki jalan dari Kampung Mosso menuju lokasi air panas, namun hingga kini janji itu belum ditepati juga,” ucapnya dengan nada kesal.

  Padahal, dengan memperhatikan tempat wisata, secara tidak langsung pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sebab, menjadikan banyak pengunjung yang berdatangan di Kampung Mosso yang secara tidak langsung perputaran ekonomi terjadi.

   Mama-mama bisa menjual hasil kerajinan mereka, atau menjual hasil kebun mereka. Dan pemuda kampung bisa ojek mengantar pengunjung ke lokasi wisata air panas maupun kali Mosso.

  “Jika jalannya bagus kan mama-mama tak perlu jalan kaki ke batas untuk menjual hasil kerajinan atau hasil kebun mereka,” ucapnya.

  Abner ingat betul, pernah sekali ada pengunjung yang ingin mengunjungi air terjun, namun begitu mengetahui kondisi jalannya penuh lumpur,  mereka mengurungkan niatnya dan memilih kembali.

    Sementara itu, untuk lokasi wisata air panas. Mulai dikenal warga sekitar tahun 2019, menurut Abner lokasi ini menjadi destinasi wisata bagi warga yang ada di Kampung Mosso dengan jumlah penduduk sekitar 500-an jiwa ini.

  Mereka yang sudah pernah ke air panas adalah Dinas Pariwisata hingga mahasiswa yang sedang melakukan penelitian untuk skripsinya.

  Cenderawasih Pos sendiri saat tiba di lokasi wisata air panas ini, menjumpai lokasi yang rindang penuh akan pepohonan. Dari sumber air di lokasi ini, sesekali terlihat mengeluarkan uap, beberapa titik juga terlihat gelembung-gelembung, seperti air yang mendidih, dan bau belerang begitu menyengat.

     Beberapa tempat  di daerah lain, ada juga sumber air hangat dengan bau belerang ini, yang diyakini bisa untu membantu menyembuhkan penyakit kulit. Hanya saja hal ini memang perlu penelitian lebih lanjut. Yang jelas, menurut Abner sumber air panas ini tidak bisa diminum karena mengandung belerang.

   Abner juga mengingatkan untuk berhati-hati, untuk tidak langsung mencelupkan anggota tubuh ke sumber air panas ini.  “Pernah ada tamu dari luar Papua, ia datang ke lokasi lalu jatuh. Begitu naik ke darat, kakinya melepuh saking panasnya,” kata Abner.

  Secara spesifik, lokasi sumber air panas ini sendiri tak begitu luas, hanya beberapa meter, persegi saja, dan airnya juga tak begitu dalam. Namun untuk menjawab rasa penasaran dengan medannya dan aliran sungai mosso yang deras, tak ada salahnya untuk menyambangi tempat ini. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

19 hours ago

Perubahan APBD Papua Dikebut, Sejumlah DBH Belum Masuk

  Ia menjelaskan, tambahan DAU tersebut berkaitan dengan kebutuhan belanja kepegawaian yang belum terselesaikan. Di…

20 hours ago

Tahan Rasa Nyeri di Tulang Belakang, Demi Pulang Bawa Uang Untuk Keluarga

  Di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan, sejumlah kendaraan datang silih berganti. Di antara suara…

21 hours ago

Warga Kampung Amunkay Harus Rela Antre Panjang untuk Dapatkan Mitan

Pantauan media ini, antrean panjang didominasi kaum ibu. Di bawah terik matahari,  mereka datang dengan…

21 hours ago

Ada Monopoli Lapak Ilegal hingga Potensi Konflik di Pasar Otonom

   Langkah tegas Pemerintah Kota Jayapura tersebut, menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura,…

22 hours ago

250 Anak Terlantar di Mimika, Tidak Adanya Rumah Singgah Jadi Kendala

Untuk mendata dan menjangkau ratusan anak tersebut, Dinsos memobilisasi 24 kader yang tersebar di berbagai…

22 hours ago