Categories: FEATURES

Siap  Bersinergi Wujudkan PTN BLU yang Unggul dan Inovatif Berkelanjutan

  Sejalan dengan tema Dies Natalis kali ini, yaitu  Uncen Bersinergi Mewujudkan PTN BLU dan Inovatif Berkelanjutan. Menurut Oscar Wambrauw, ini membawa makan suatu langkah baru, dimana Uncen berhasil menjadi perguruan tinggi BLU. Hal itupun berkat dukungan semua pihak. Untuk itu sangat diharapkan agar semua pihak dapat berpatisipasi mendukung progam kerja yang ada sehingga pelayanan lendidikan di Uncen dapat terus ditingkatkan

  “Dengan status ini tentunya Uncen komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama untuk meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi di Universitas Cenderawasih ini,” ungkapnya.

  Sementara itu Wakil Ketua Senat Uncen Prof. Dr. Melkias Hetaria, mengatakan dengan usia Uncen yang sekarang maka diharapkan dapat lebih berkembang guna mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih baik lagi.

  Apalagi di tengah tantangan zaman modern sekarang ini, tentunya perlu peningkatan kualitas baik secara lembaga tapi juga tenaga dosen yang ada di Uncen. “Kita harapkan civitas akademika Uncen, tapi juga seluruh Mahasiswa/i yang ada, bisa menghadapi tantangan yang ada saat ini tapi juga kedepannya,” harapnya.

  Sekedar diketahui,  sejarah singkat pendirian Uncen pada 10 November 1962 silam  bertepatan dengan hari Pahlawan ke-17 kala itu.  Uncen resmi berdiri yang didasarkan pada keputusan bersama Wakil Menteri Pertama Koordinator Urusan Irian Barat dan Menteri Perguruan Tinggi Ilmu Pengetahuan : Nomor 140/PTIP/1962 yang disahkan dengan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 389 Tahun 1962, dimana pada saat itu Irian Barat masih di bawah kekuasaan UNTEA.

  Nama Universitas Negeri Cenderawasih ditetapkan oleh Pesiden Soekarno dalam Bulan Oktober 1962 atas saran Prof. Mr. Muhammad Yamin. Universitas Negeri Cenderawasih secara resmi dibuka oleh Wakil Kepala Pemerintahan Republik Indonesia semasa UNTEA, Max Maramis pada tanggal 10 November 1962 pukul 20.00 waktu setempat, di suatu lorong depan kamar kecil dalam gedung Osiba (Oplending Scchool Voor Inheemsche Bestuurs Ambtenaren) di Hollandia Binnen (sekarang Abepura).

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: PAPUAUNCEN

Recent Posts

Ungkap Fakta yang Terjadi dan Berbagai Peristiwa yang Pengaruhi Orang Papua

Mereka datang bukan untuk konser musik atau pertandingan sepak bola. Mereka datang untuk menonton film…

10 hours ago

Jadi Alarm Akademik dan Sosial yang Harus Disikapi Secara Serius, Kritis, dan Konstruktif

Fenomena ini dipicu oleh menyusutnya jumlah generasi muda yang menggunakan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.​Berdasarkan…

11 hours ago

Wali Kota Sayangkan Maraknya Remaja Nongkrong dan Konsumsi Miras di Jembatan Merah

Dalam patroli yang melibatkan aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya…

12 hours ago

Kemendagri, Pemprov Papeg Dan Delapan Pemkab Serukan Konflik Berhenti!

Kementrian Dalam Negeri RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan pemerintah kabupaten bersama unsur…

12 hours ago

Wujudkan Swasembada Jagung Untuk Dukung Ketahanan Pangan

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional…

13 hours ago

Masa Bongkar Semakin Panjang, PT SPIL Bongkar Kontainer di Timika

Kepala Cabang PT SPIL Merauke Puji Harmoko, ketika ditemui media ini mengungkapkan pembongkoran kontainer yang…

13 hours ago