Titik terang mulai terlihat saat ia mengikuti seleksi Pra PON Papua Tengah 2023. Meski sempat masuk daftar, ia tak mendapat menit bermain yang cukup dan mereka gagal melaju pada PON XXI Aceh-Sumatera 2024.
“Saya mengenal futsal sejak kelas 1 SMP, itupun latihan sendiri. Ikut tarkam sana-sini tapi selalu cadangan mati. Tidak pernah mendapatkan menit bermain,” ungkap Hetson kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Jayapura, Minggu (11/1).
Dan awal karir saya di Futsal itu saat saya ikut seleksi tim Futsal Pra PON Papua Tengah. Nama saya ada tapi kami tidak lolos ke PON. Setelah itu saya kembali latihan mandiri saja,” sambungnya.
Kecewa namun tak menyerah, Hetson mengambil keputusan besar. Atas dorongan pribadi, ia memilih merantau dari Nabire ke Jayapura untuk mengembangkan bakat. Saat libur sekolah tahun 2024, Hetson memilih berangkat ke Jayapura menggunakan kapal.
“Saya tidak sampaikan ke orang tua, nanti saat di kapal baru saya telpon orang tua bilang saya ke Jayapura. Dan saat itu saya sendiri dan hanya pegang uang 135 ribu. Tujuan saya hanya liburan ke Jayapura dan tambah ilmu untuk bekal di Nabire,” ujarnya.
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…