Kegiatan ini menjadi simbol bahwa iman tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga dalam tindakan nyata menjaga ciptaan Tuhan. “Kami ingin menunjukkan bahwa iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan,” kata Andris. Di tengah gemuruh kota yang terus berkembang, Pulau Metu Debi tetap berdiri tenang di Teluk Youtefa. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah besar kadang lahir dari tempat yang sederhana.
Pulau kecil itu mungkin hanya hamparan pasir di tengah laut. Namun dari sanalah cahaya Injil pertama kali menyentuh Tanah Tabi—dan hingga kini, cahaya itu masih terus menyala di hati masyarakat Jayapura.(*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyebutkan baru saja dilakukan penyaluran bantuan dari pemerintah…
Kapolres menjelaskan bahwa kasus itu berawal saat korban dibonceng oleh pamannya dengan menggunakan sepeda motor. …
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu senilai Rp1,05 miliar di Mapolres Mimika, Mile…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Langkah ini diambil bukan sebagai upaya menciptakan benturan antarpihak, melainkan sebagai tekanan moral dan sosial…