Kegiatan ini menjadi simbol bahwa iman tidak hanya diwujudkan dalam ibadah, tetapi juga dalam tindakan nyata menjaga ciptaan Tuhan. “Kami ingin menunjukkan bahwa iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan,” kata Andris. Di tengah gemuruh kota yang terus berkembang, Pulau Metu Debi tetap berdiri tenang di Teluk Youtefa. Ia menjadi pengingat bahwa sejarah besar kadang lahir dari tempat yang sederhana.
Pulau kecil itu mungkin hanya hamparan pasir di tengah laut. Namun dari sanalah cahaya Injil pertama kali menyentuh Tanah Tabi—dan hingga kini, cahaya itu masih terus menyala di hati masyarakat Jayapura.(*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pelaksana Tugas Kepala DLHK Kota Jayapura, Simon Petrus Koirewoa, menjelaskan bahwa pendataan yang dilakukan tidak…
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven Alexander Wonmaly, mengatakan penetapan tersebut mengacu pada Peraturan…
Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Yoram sempat disiram menggunakan bensin oleh sang istri berinisial…
Kepala DLH Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk membantu proses…
Selain kepala daerah, gubernur juga mengingatkan kepada direktur dan seluruh tenaga medis untuk senantiasa siap…
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis untuk…