Categories: FEATURES

Tidak Terawat, Kondisi Bangunan Memprihatinkan, Empat Bulan Tak Beroperasi

   Dijelaskannya bahwa RPH tersebut awalnya dibangun oleh Provinsi bukan Kota, dengan kapasitas pemotongan per harinya minimal 50 ekor sapi per harinya. Karena tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan, pada akhirnya Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan RPH itu ke Pemerintah Kota Jayapura hingga saat ini, makanya sedikit terkendala.

   Sudah sekitar enam atau tujuh tahun terakhir ini, RPH di Kampung Yoka memang telah ditangani oleh Pemkot Jayapura. “Saya sudah lupa tahun berapa itu, sekitar enam atau tujuh tahun lah,”ujarnya

  Setelah pindah tanggung jawab ke pemerintah kota, kata Rumbarar, banyak kendala   yang muncul terjadi seperti jumlah sapi yang dipotong per harinya hanya bisa mendapatkan satu ekor Sapi.

   Di RPH ini sendiri memang ada aturan, untuk tidak memotong Sapi betina yang masih produktif. Hanya saja, masih ada oknum tertentu yang memanfaatkan itu dengan cara memotong sapi betina di luar RPH atau di tempat pemotongan yang lain.

   Padahal, bangunan RPH Yoka ini termasuk dalam golongan bangunan kelas tipe B, yang artinya bangunan yang bagus dilengkapi dengan berbagai jenis alat pemotongan yang cukup canggih.

   Dengan kondisi RPH sekarang ini, Rumbarar mengaku pihaknya  tetap berkomitmen untuk siap menyambut hari Raya Idul Adha,dan tetap bersedia apa bila ada yang berkeinginan untuk melakukan pemotongan kurbannya di RPH Kampung Yoka, itu tidak menjadi kendala.”Sekarangkan kita potongnya manual dulu, padahal kita alat potongnya mengunakan sistem,” ungkapnya.

  Menurutnya, potong dengan mengunakan sistem tidak terlalu efektif malahan anggarannya membengkak.  Di sisi lain, kata Rumbarar, petugas pemotongan lebih nyaman dengan cara manual ketimbang dengan mengunakan sistem.

   “Karena kalau pakai sistem atau gergaji sekian kilo daging itu hilang, kalau potong manual ya semua bisa masuk,” jelasnya

  Rumbarar melanjutkan bahwa saat ini, pihaknya sedang berusaha dan telah membeli alat baru, tetapi belum ada satupun yang terpasang. “Alat-alat kami sudah pengadaan baru, sementara belum dipasang, kami sudah berusaha untuk membenahi,” katanya.

   Ia mempertimbangkan apabila alat pemotongan baru yang telah dibeli itu dipasang dan tidak sesuai dengan banyaknya sapi yang di otong akan menjadi kerugian bagi RPH.

Ia mengharapkan pemerintah untuk anggarkan dana secukupnya untuk RPH bisa beroperasi kembali normal. (*/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Bulan Ini, Pelanggan PDAM Tanah Miring dan Semangga Mulai Bayar

Bambang Setiaji mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan PDAM untuk Kawasan Tanah Miring dan Semangga Merauke tersebut…

6 hours ago

Aliansi Petani di Merauke Ancam Akan Gelar Aksi Demo Besar-Besaran

Aksi demo damai besar-besaran ini, lanjut Aloysius Dumatubun terkait dengan proses hukum terhadap pengurus Gapoktan…

7 hours ago

Penyelundupan Vanili Senilai Rp1,7 Miliar Digagalkan

TNI AL menggagalkan penyelundupan barang ilegal di Jayapura, Papua, pada Kamis (14/5). Persisnya di Pelabuhan…

8 hours ago

Dua Kelompok Massa di Wouma Kembali Bentrok

Bentrokan antara kedua kelompok masyarakat tak terhindarkan setelah dua kelompok ini melakukan aksi saling serang…

9 hours ago

Mimika Jadi Pasar Empuk Rokok Ilegal

Yudi menjelaskan, praktik ini sengaja dilakukan untuk menghindari setoran pajak ke kas negara. Dampaknya, pelaku…

10 hours ago

Bupati Mimika: Kelola Sampah Lewat Distrik, Pengusaha Bandel Izin Dicabut

Langkah ini diambil agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran. Menurut Johannes, ketergantungan pada satu…

11 hours ago