Dijelaskannya bahwa RPH tersebut awalnya dibangun oleh Provinsi bukan Kota, dengan kapasitas pemotongan per harinya minimal 50 ekor sapi per harinya. Karena tidak sesuai dengan target yang telah ditentukan, pada akhirnya Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan RPH itu ke Pemerintah Kota Jayapura hingga saat ini, makanya sedikit terkendala.
Sudah sekitar enam atau tujuh tahun terakhir ini, RPH di Kampung Yoka memang telah ditangani oleh Pemkot Jayapura. “Saya sudah lupa tahun berapa itu, sekitar enam atau tujuh tahun lah,”ujarnya
Setelah pindah tanggung jawab ke pemerintah kota, kata Rumbarar, banyak kendala yang muncul terjadi seperti jumlah sapi yang dipotong per harinya hanya bisa mendapatkan satu ekor Sapi.
Di RPH ini sendiri memang ada aturan, untuk tidak memotong Sapi betina yang masih produktif. Hanya saja, masih ada oknum tertentu yang memanfaatkan itu dengan cara memotong sapi betina di luar RPH atau di tempat pemotongan yang lain.
Padahal, bangunan RPH Yoka ini termasuk dalam golongan bangunan kelas tipe B, yang artinya bangunan yang bagus dilengkapi dengan berbagai jenis alat pemotongan yang cukup canggih.
Dengan kondisi RPH sekarang ini, Rumbarar mengaku pihaknya tetap berkomitmen untuk siap menyambut hari Raya Idul Adha,dan tetap bersedia apa bila ada yang berkeinginan untuk melakukan pemotongan kurbannya di RPH Kampung Yoka, itu tidak menjadi kendala.”Sekarangkan kita potongnya manual dulu, padahal kita alat potongnya mengunakan sistem,” ungkapnya.
Menurutnya, potong dengan mengunakan sistem tidak terlalu efektif malahan anggarannya membengkak. Di sisi lain, kata Rumbarar, petugas pemotongan lebih nyaman dengan cara manual ketimbang dengan mengunakan sistem.
“Karena kalau pakai sistem atau gergaji sekian kilo daging itu hilang, kalau potong manual ya semua bisa masuk,” jelasnya
Rumbarar melanjutkan bahwa saat ini, pihaknya sedang berusaha dan telah membeli alat baru, tetapi belum ada satupun yang terpasang. “Alat-alat kami sudah pengadaan baru, sementara belum dipasang, kami sudah berusaha untuk membenahi,” katanya.
Ia mempertimbangkan apabila alat pemotongan baru yang telah dibeli itu dipasang dan tidak sesuai dengan banyaknya sapi yang di otong akan menjadi kerugian bagi RPH.
Ia mengharapkan pemerintah untuk anggarkan dana secukupnya untuk RPH bisa beroperasi kembali normal. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Upaya penyelundupan barang terlarang, terutama Narkotika jenis ganja sebelumnya marak diungkap saat diselundupkan lewat jalur…
Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken kepada wartawan di Merauke menyebut, jumlah tenaga…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menjelaskan bahwa saat hujan deras turun bersamaan dengan pasangnya…
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang mewajibkan platform seperti…
Tersangka pertama berinisial MM (23) yang diamankan di depan Kantor Gubernur Provinsi Papua, Distrik Jayapura…
Kisah itu kini menjadi perbincangan luas di masyarakat. Banyak yang merasa kehilangan kepercayaan terhadap pelayanan…