Categories: FEATURES

Tak Bisa Lagi Penanggulangan HIV/AIDS Gunakan Cara-cara Konvensional

Dari Rapat Koordinasi Penanganan HIV/AIDS di Kota Jayapura

Seiring dengan perkembangan zaman, Pekerja Seks Komersil (PSK) pun sudah melakukan “transformasi” mereka tidak lagi berada di suatu tempat atau di pinggir jalan, tapi para PSK sudah menggunakan media sosial yang tak bisa dipantau oleh pemerintah, akibatnya angka HIV/AIDS terus bertambah. Bagaimana upaya pemerintah?

Laporan: Robert Mboik-Jayapura

Masalah penularan HIV/AIDS di Kota Jayapura belakangan ini sudah menjadi perhatian serius dari pemerintah kota Jayapura.  Karena itu dengan melihat data kasus yang terjadi belakangan ini Pemerintah Kota Jayapura segera menggelar rapat kerja daerah yang khusus membahas mengenai penanganan HIV/AIDS di kota Jayapura.

Sekretaris KPA Kota Jayapura,  Binton Nainggolan menjelaskan, di awal ini sesuai dengan arahan PJ Wali Kota Jayapura pihaknya melakukan rapat dengan para anggota KPA di kota Jayapura.

Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi oleh anggota KPA kota Jayapura dalam hal Penanganan dan penanggulangan penyebaran HIV AIDS di Kota Jayapura. Salah satu hal yang dipaparkan dalam rapat itu terkait dengan bahaya rentannya penularan HIV AIDS yang semakin merajalela di kota Jayapura.

  Di mana para pekerja seks komersial saat ini tidak lagi berada di pinggir-pinggir jalan tetapi mereka sudah menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi untuk mendapatkan pelanggan.  Hal ini tentu lebih mudah bagi seorang PSK dan tentunya sangat rentan terhadap penyebaran dan penularan HIV Aids di kota Jayapura.

“Dari hasil-hasil pertemuan ini banyak  fenomena-fenomena baru, karena dalam penanggulangan HIV AIDS itu tidak bisa lagi kita pakai pola-pola konvensional. Contoh  dari beberapa komunikasi, mereka bilang, mereka tidak lagi  pergi di pinggir jalan, tapi mereka menggunakan media-media sosial. Bahkan media-media sosial ini juga menjadi salah satu sarana untuk menularkan HIV AIDS bukan medsosnya tapi caranya, cara di medsos ini,”kata Binton Nainggolan.

Karena itu dalam waktu dekat ini sesuai dengan arahan Pj Wali Kota Jayapura, pihaknya akan melakukan rapat kerja daerah untuk membahas lebih dalam perkait dengan upaya-upaya penanganan  penyebaran atau penularan HIV AIDS di Kota Jayapura.

“Wali Kota sudah perintahkan, perlu kita membuat  rapat kerja daerah di lingkungan pemerintah untuk melihat  apa yang sudah diperbuat oleh para komunitas ini, Apa masalah yang mereka hadapi, bagaimana solusi untuk menangani itu dari beberapa permasalahan yang ada,”ujarnya.

Sementara itu data terbaru jumlah masyarakat kota Jayapura yang terbakar atau tertular HIV AIDS sudah mencapai lebih dari 9000 orang.  Data tersebut merupakan data akumulasi sejak tahun 1999 sampai di tahun 2024. (*/wen).

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Indonesia Butuh Keseimbangan Antara Pertumbuhan dan Stabilitas

Dua akademisi ekonomi asal Papua turut memberikan ulasan komprehensif mengenai latar belakang, dampaknya terhadap pasar…

12 hours ago

Transaksi Sabu 12,35 Gram Lewat Ekspedisi Digagalkan

   IG diamankan saat mengambil sebuah paket yang sebelumnya telah dicurigai petugas berisi narkotika di…

13 hours ago

Pendapatan Naik Rp78 Miliar, Belanja Bertambah Rp83 Miliar

   Rapat paripurna tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembahasan perubahan APBD sekaligus momentum…

14 hours ago

Perubahan Kehidupan Setelah Menerima Injil, Membuat Ondoafi Skouw Tergerak Hatinya

  Bukan sekadar tentang usia sebuah kampung, tetapi tentang sebuah benih iman yang pertama kali…

15 hours ago

56 BLUD di Tanah Papua, Baru 4 Punya Regulasi Fleksibilitas PBJ

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)…

16 hours ago

Sidak Kelurahan Waena, Penyaluran Bansos Hingga Lingkungan Jadi Atensi

  Salah satu perhatian utama Rustan adalah penyaluran bansos yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat…

20 hours ago