Ia juga menyoroti potensi banjir di lingkungan SDN Inpres Pantai Enggros serta masalah keamanan akibat pagar yang rendah sehingga beberapa kali terjadi pencurian fasilitas sekolah.
“Barang yang dibeli dari uang rakyat untuk pendidikan justru dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena itu yang paling penting sekarang adalah memperbaiki atap yang bocor dan membangun pagar yang lebih aman,” katanya.
Sebagai putra asli Enggros, Alberth berharap pemerintah Kota Jayapura dapat memberi perhatian khusus terhadap sekolah tersebut.
“Saya tidak mau sebagai tuan tanah di negeri ini, tetapi sekolah di kampung saya sendiri tidak diperhatikan. Saya akan sampaikan ini kepada pemerintah kota dan juga mencari kemungkinan dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujarnya. (*/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Marthen mengatakan, aset Penjara Boven Digoel telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Namun hingga…
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung atas temuan dan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyiapkan pengembangan cetak sawah baru seluas 1.000 hektar…
Ancaman tenggelamnya daratan Kampung Nubuai bukan sekadar kekhawatiran tanpa alasan. Berdasarkan penuturan perwakilan Tokoh Pemuda…
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura, Haryanto, mengatakan hingga saat ini lima gedung Koperasi…
Menurut Wali Kota, MPLS merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam perjalanan pendidikan seorang siswa.…