

Ayah korban, Sudirman saat mengaji sementara sang ibu terlihat sedang bermain Hp mendampingi suaminya di kediamannya di Koya Barat, Sabtu (5/4). (foto:Elfira/Cepos)
Menyambangi Lokasi Kolam, Tempat Dimana Jenasah Nur Alisha Aulya Ditemukan
Kematian Nur Alisha Aulya menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, bocah berusia tiga setengah tahun ini ditemukan tewas setelah 4 hari dilakuan pencarian. Mirisnya saat itu ia telah meninggal dunai dengan sejumlah luka
Laporan : Elfira, Mustakim Ali – Jayapura
Misteri tewasnya Nur Alisha Aulia, di Koya Barat, Kota Jayapura menyimpan fakta miris. Beberapa warga yang tak tinggal disekitar rumah duka mengaku ada yang aneh dari cerita kematian Nur Alisha ini. Mayat Alisha ditemukan di kolam yang dipenuhi eceng gondok.
Jaraknya sekitar 100-an meter dari lapak orang tuanya berjualan di Jalan Poros Koya Barat. Ia dinyatakan hilang pada Minggu (30/3) sebelum berbuka puasa. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi dimana Alisha ditemukan dengan tangan kiri terpisah dari tubuhnya. Saat malam hari, lokasi tersebut terlihat gelap tanpa penerangan.
Disekitar lokasi dimana mayat balita periang ini ditemukan, terdapat banyak galian kolam yang dipenuhi rerumputan. Berbagai jenis pohon juga tumbuh di sana, bahkan berjarak sekitar 20 meter dari lokasi ada rumah yang dipagari seng. Warga setempat merasa ada yang aneh dari kematian balita yang biasa disapa Ica itu.
Pasalnya mustahil anak sekecil itu bisa berjalan sendiri ke areal belakang lapak orang tuanya yang depenuhi rerumputan, genangan air dan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Apalagi saat dilaporkan menghilang, tak sedikit warga yang melakukan pencarian. Dan anehnya ada yang menggiring posisi pencarian dengan menyebut jika tubuh mungil ini terlihat di atas pohon kelapa.
Sesuatu yang di luar akal sehat namun sekali lagi, warga masih mempercayai jika itu benar dan hasilnya malam itu juga ada warga yang memanjat pohon tersebut sambil diterangi puluhan cahaya senter. Malam H-1 sebelum ditemukan itu hilangnya Ica dikaitkan dengan ulah mahluk halus atau setan yang biasa mengganggu anak-anak.
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…